Daftar Anggota
  • Berita
  • Positif Covid-19 Terus Melonjak, Pemuda Perindo Akui Prokes Diacuhkan Masyarakat
Positif Covid-19 Terus Melonjak, Pemuda Perindo Akui Prokes Diacuhkan Masyarakat

Positif Covid-19 Terus Melonjak, Pemuda Perindo Akui Prokes Diacuhkan Masyarakat

Senin 28 Juni 2021 12:18 WIB

JAKARTA - DPP Pemuda Perindo menilai tingginya angka penularan Covid-19 di Jakarta maupun di daerah lainnya disebabkan minimnya penerapan protokol kesehatan yang diacuhkan masyarakat. Wakil Ketua Umum I DPP Pemuda Perindo Benhauser Manik mengatakan predikat Indonesia darurat Covid-19 karena negara ini masih tertinggi kasus penderita Covid-19. "Saat ini lonjakannya tidak mampu dihindari," kata Benhauser Manik di Jakarta, Senin (28/6/2021). Baru-baru ini viral di media sosial daya tampung RSUD yang diduga berada di Bekasi telah mempertontonkan pada salah satu ruang publik, tubuh warga yang lemas tergeletak di ruang terbuka serta mobil pick-up lantaran membludaknya pasien di RSUD. "Gambaran tersebut menjadi salah satu kegagalan tiap individu dalam melaksanakan protokol kesehatan melawan Covid hingga jumlah yang terpapar terus mengalami lonjakan pada bulan Juni ini," kata Benhauser. Dalam pengamatannya langsung di daerah Setia Budi Atas, Menteng, Jakarta, masih ditemukan pedagang yang tidak mempergunakan masker saat melayani pembeli, begitupun dengan warga sekitar. Tentu kesadaran masyarakat untuk menjaga diri sendiri dan orang lain agar tidak tertular Covid-19 masih sangat jauh dari yang diharapkan pemerintah. "Kesadaran ini harus terus disuarakan melalui tingkat terendah RT/RW atau dapat memberikan peyampaian melalui pengeras suara di Masjid. Sikap tegas harus ditegakan jika tidak ingin jumlah korban terus tak terkendalikan," ungkapnya. Adapun jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia sampai kini mencapai 2.115.304 orang, terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret tahun lalu. Karenanya, DPP Pemuda Perindo menyarankan kepada pemerintah dan Tim Satgas Covid-19 untuk mengambil langkah tegas dalam mengatasi persoalan ini. "Tim gugus tugas harus mampu mencari terobosan dan solusi agar tingkat kesadaran warga terhadap prokes meningkat," tutup Benhauser.