Daftar Anggota
  • Berita
  • PPKM Darurat Akibat Covid-19, Perindo Papua Barat Prihatin Kondisi Perekonomian Warga Pedalaman
placeholder-news

PPKM Darurat Akibat Covid-19, Perindo Papua Barat Prihatin Kondisi Perekonomian Warga Pedalaman

Jumat 16 Juli 2021 15:40 WIB

PAPUA BARAT - DPW Partai Perindo Barat prihatin terhadap kondisi ekonomi masyarakat kecil khususnya daerah pedalaman setelah diberlakukannya PPKM Darurat di wilayah tersebut. Selain karena tidak memiliki pendapatan bulanan, warga di pedalaman Papua Barat kini binggung tidak dapat menjual hasil kebun mereka akibat wabah Corona. "Masyarakat kecil di Papua Barat khususnya di pedalaman tidak memiliki pendapatan bulanan seperti pejabat. Mereka merasakan betul dampak dari Covid-19 ini. PPKM Darurat ini hanya berlaku di kota-kota yang besar saja," ujar Ketua DPW Partai Perindo Papua Barat Marinus Bonapai, Jumat (16/7/2021). Khususnya, kata Marinus, adalah masyarakat kecil dari sejumlah distrik yang berdagang di pasar-pasar tradisional di Papua Barat. Umumnya, di pasar tradisional tersebut mereka mengantung hidup untuk menjual hasil kebun mereka. "Warga pedalaman ini menjual hasil kebun mereka di pasar kota-kota besar di Papua Barat, namun karena adanya Covid-19 dan gerak dibatasi membuat mereka tidak bisa mencukupi ekonomi," tegas Marinus. Selain itu, dikatakan Marinus sebagian besar masyarakat suku pedalaman menempati distrik-distrik terpencil di Papua Barat tidak mengetahui lebih jauh terkait Covid-19. Hanya di Manokwari dan Sorong serta masyarakat kota lainnya di Papua Barat yang mengetahui penyakit mematikan itu melalui informasi dari pemerintah maupun dari berita yang beredar. Bagi masyarakat pedalaman di Papua Barat, dilanjutkan Marinus, Covid-19 seperti halnya penyakit malaria yang biasa dialami warga setempat dengan gejala yang hampir mirip seperti demam, batuk, meriang hingga flu. "Mereka beranggapan Corona sama dengan penyakit malaria dengan gejala yang hampir sama," ujar Marinus. Dia berharap agar Pemerintah Papua Barat memberikan solusi terbaik kepada masyarakat pedalaman yang membutuhkan uluran tangan di tengah PPKM Darurat ini dan memberikan edukasi sejak dini soal bahaya Covid-19 kepada masyarakat pedalaman di Papua Barat. Terlebih, kondisi warga di pedalaman Papua Barat yang tidak menentu di tengah pandemi Covid-19 ini tentu akan memberikan dampak buruk terutama dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi mereka. "Perlu ada solusinya yang harus dipikirkan dahulu terutama soal kondisi masyarakat yang tidak hanya diperkotaan tetapi juga di daerah pedalaman di Papua Barat," tutup Marinus.