Daftar Anggota
  • Berita
  • PR Jenderal Andika Perkasa Tingkatkan Kualitas SDM & Siber TNI, Susaningtyas: Setuju!
PR Jenderal Andika Perkasa Tingkatkan Kualitas SDM & Siber TNI, Susaningtyas: Setuju!
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati

PR Jenderal Andika Perkasa Tingkatkan Kualitas SDM & Siber TNI, Susaningtyas: Setuju!

Jumat 10 Desember 2021 12:49 WIB

JAKARTA -- Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati membeberkan sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dikerjakan Jenderal Andika Perkasa usai dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI, Rabu (17/11/2021) lalu.

"Kalau ditanya PR besarnya tentu kita harus bicara dahulu visi dan misi Jenderal Andika Perkasa yang sudah disampaikan di Komisi I pada saat fit and propers test," kata Susaningtyas ketika berbincang dalam kanal YouTube Kilat.TV sebagaimana dikutip, Kamis (9/12/2021).

BACA JUGA: Paparkan Survei Kepercayaan Publik Terhadap TNI, Kuliah Umum Susaningtyas Kertopati Disambut Meriah

Menurutnya saat Komisi I DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan, visi misi disampaikan Jenderal Andika pada saat itu terdapat beberapa hal yang menjadi poin penting dalam meningkatkan kualitas TNI dan jika diterapkan sangat bermanfaat bagi kemajuan TNI.

Terlebih, Jenderal Andika Perkasa komit akan meningkatkan kemampuan siber TNI dan interoperabilitas karena di berbagai belahan dunia sedang mengalami defensif thing yaitu berupa efisiensi operasi militer.

"Lalu yang disampaikan beliau, akan meningkatkan kemampuan dan kualitas SDM melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ada di TNI. Saya setuju sekali dan memang perlu sekali," ujar Ketua DPP Partai Perindo Bidang Pertahanan dan Keamanan itu.

Namun begitu, menurut Susaningtyas kurikulum TNI perlu dilakukan perubahan, ini seiring melihat perkembangan zaman karena pertempuran ke depan bukan lagi perang yang semata-mata perang konvensional atau hanya perlombaan senjata semata.

Peta perang ke depan lebih kepada perang hibrida yaitu pertempuran militer dan non-militer. Terdapat pula perang nubika yang di dalamnya lebih mengadalkan senjata nuklir, biologi dan kimia.

"Lalu kemudian terdapat asymmetric warfare (perang asimetris) yang di dalamnya ada perang siber," ungkap Susaningtyas yang juga selaku anggota Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Perindo tersebut.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Susaningtyas menjelaskan untuk menghadapi tantangan perang modern tersebut sangat penting bagi TNI untuk meningkatkan kualitas SDM agar ke depan prajurit TNI bukan hanya piawai di dalam kemiliteran saja, tetapi juga memiliki keahlian dari berbagai ilmu pengetahuan.

"Makin banyak di dalam tubuh TNI memahami pendidikan umum akan semakin berkualitas pada saat mereka mengambil keputusan dan menerapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam institusinya," ujar Susaningtyas.

Daikuinya, peningkatan kualitas SDM TNI juga perlu dilakukan dengan mengundang pengajar dari luar negeri untuk membekali prajurit TNI agar mampu menguasai beberapa bahasa asing, selain tentunya Bahasa Inggris. Termasuk di antaranya meningkatkan kemampuan SDM TNI di bidang komunikasi massa dan antar-budaya.

"Sehingga semua mantra darat, udara dan laut dapat memahami juga," jelas Susaningtyas.