Prediksi Partai Perindo Lolos ke Senayan, ICRC: Elektabilitas Tembus 4,6 Persen
Rabu 03 Januari 2024 09:01 WIBJAKARTA - Partai Perindo menjadi partai politik non-parlemen terkuat yang diprediksi mampu menembus Senayan pada Pemilu 2024.
Hal ini terpotret dalam hasil riset yang dirilis lembaga survei Ide Cipta Research and Consulting (ICRC) bertajuk ‘Peta Politik Akhir Tahun 2023’, Minggu (31/12/2023).
Dalam survei ICRC tersebut, Partai Perindo --yang dipimpin oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan mendukung Capres-Cawapres Pemilu 2024 Ganjar Pranowo-Mahfud MD itu -- meraih elektabilitas 4,6 persen.
Artinya, elektabilitas Partai Perindo diyakini akan melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen pada Pemilu 2024.
“Partai Perindo masih menjadi kandidat kuat partai non-parlemen yang berpotensi lolos parliamentary threshold,” ucap Direktur Eksekutif ICRC Hadi Suprapto Rusli dalam rilis tersebut, Minggu (31/12/2023).
Hadi mengungkapkan alasan Partai Perindo menjadi parpol non-parlemen yang paling berpeluang besar lolos ke parlemen pada Pemilu 2024 berdasarkan hasil survei ICRC, karena konsisten dalam melakukan kampanye.
"Partai Perindo masih terlihat konsisten dengan beberapa kampanyenya," papar Hadi.
Diakuinya jika dibandingkan dengan rilis ICRC pada November 2023 dengan survei pada Desember 2023, Partai Perindo --partai berlambang Rajawali mengembangkan sayap dan ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu-- mencatat kenaikan elektabilitas.
Torehan ini, lanjut Hadi, dipengaruhi gambaran pemilih yang semakin mengena melihat kinerja infrastruktur Partai Perindo di lapangan. Pasalnya, Partai Perindo cukup baik dengan citra publik yang stabil.
"Kenaikan adalah hal yang wajar mengingat semua mesin partai sudah bergerak," jelas Hadi.
Selain menduduki 10 besar partai yang lolos ke parlemen, elektabilitas Partai Perindo juga mengungguli Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang meraih elektabilitas 4,3 persen.
Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang semula digadang masuk ke Senayan justru tidak mendapatkan kenaikan elektabilitas.
“Kalau dulu (November 2023) ada dua partai non-parlemen, yaitu PSI dan Partai Perindo, tetapi PSI terlihat stagnan,” katanya.
Terpisah, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq menyatakan
survei ICRC ini merupakan bagian dari bukti bahwa kinerja seluruh komponen Partai Perindo telah diterima oleh masyarakat.
"Pencapaian hasil survei ini tentu akan membuat Partai Perindo akan semakin masif dalam sisa waktu ini," kata Rofiq.
Rofiq optimistis dengan konsistensinya Partai Perindo dalam memperjuangkan UMKM akan semakin diterima oleh masyarakat luas.
"Rakyat butuh hal-hal konkrit yang bisa dirasakan secara langsung, bukan hanya sekedar wacana di atas kertas," ungkap Rofiq.
Menurutnya, Partai Perindo akan semakin intensif untuk terus bergerak ke basis guna memperteguh komitmen kesejahteraan bagi rakyat agar maksimal di parlemen.
"Apabila Partai Perindo berada di parlemen dan ikut mengatur di kekuasaan tentu harapan masyarakat luas dapat kita wujudkan jauh lebih cepat," tegas Rofiq.
Adapun, partai politik pengusung Ganjar Pranowo dan Mahfud yakni PDIP, masih menduduki elektabilitas tertinggi dengan angka sebesar 19,1 persen.
Sebagai informasi, populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.
Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1.230 orang, dengan margin of error sebesar ±2,79 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Metode penarikan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling.
Waktu pengumpulan data pada tanggal 20-26 Desember 2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara via telepon oleh pewawancara terlatih.
Berikut ini hasil survei terbaru ICRC:
1. PDIP 19,1 persen
2. Partai Gerindra 17,4 persen
3. Golkar 10,2 persen
4. PKS 8,6 persen
5. PKB 8,2 persen
6. Nasdem 7,1 persen
7. Demokrat 5,0 persen
8. PAN 4,8 persen
9. Partai Perindo 4,6 persen
10. PPP 4,3 persen
11. PSI 2,5 persen
12. Hanura 1,0 persen
13. Gelora 0,4% persen
14. PKN 0,8 persen
15. PBB 0,1 persen
16. Partai Buruh 0,1 persen
17. Partai Ummat 0,0 persen
18. Garuda 0,0 persen.
Viva.co.id


