Program GoJabar Perindo Tarik Peserta Lintas Daerah di Jabar, Perluas Akses Kerja Global
Rabu 15 Juli 2026 10:43 WIBBANDUNG – Kebutuhan masyarakat terhadap pelatihan kerja yang terintegrasi dengan peluang kerja luar negeri terus meningkat. Antusiasme peserta dari berbagai daerah dalam Program GoJabar menjadi gambaran tingginya minat terhadap program yang tidak hanya membekali keterampilan, tetapi juga membuka akses menuju penempatan kerja yang legal, aman, dan profesional.
DPW Partai Perindo Jawa Barat bersama Java Hospitality School (JHS) menggelar Pelatihan dan Pendampingan Gratis Calon Pekerja Migran melalui Program GoJabar sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperluas kesempatan kerja internasional, serta mendorong lahirnya pekerja migran Indonesia yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global.
Sebanyak 73 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kota Bogor, Kota Tasikmalaya, serta Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Kehadiran peserta dari luar Jawa Barat menunjukkan Program GoJabar mulai mendapat perhatian masyarakat lintas daerah sebagai alternatif pengembangan kompetensi menuju pasar kerja internasional. Tingginya partisipasi tersebut juga mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pelatihan yang terintegrasi dengan pembekalan keterampilan, pendampingan, sertifikasi, serta informasi mengenai penempatan kerja yang legal, aman, dan profesional.
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat H. Rifqi Ali Mubarok mengatakan Program GoJabar merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap peningkatan kompetensi kerja dan perluasan kesempatan bekerja di luar negeri.
Menurutnya, pekerja migran tidak hanya berperan sebagai tenaga kerja, tetapi juga menjadi agen pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat ekonomi daerah melalui remitansi, serta meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
“GoJabar bukan sekadar pelatihan, melainkan sebuah ekosistem pemberdayaan masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak di tingkat global dengan bekal kompetensi, sertifikasi, pendampingan, hingga perlindungan pekerja migran. Inilah bentuk nyata kehadiran Partai Perindo dalam memberikan solusi bagi masyarakat,” ujar Rifqi saat dihubungi, Rabu(15/7/26).
Rifqi menambahkan kolaborasi dengan Java Hospitality School menjadi langkah strategis dalam menyiapkan calon pekerja migran sesuai standar industri internasional. Dia juga menilai tingginya partisipasi peserta dari berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah, menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pelatihan kerja berkualitas terus meningkat.
“Kami ingin membuktikan bahwa politik tidak berhenti pada kontestasi elektoral. Politik harus mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Ketika masyarakat memperoleh pekerjaan yang lebih baik, penghasilannya meningkat, dan keluarganya semakin sejahtera, di situlah politik benar-benar bekerja untuk rakyat,” tegasnya.
Pimpinan Java Hospitality School, Leo Ismail, mengatakan peserta memperoleh pembekalan kompetensi di bidang Housekeeping dan Food & Beverage Service, penguatan soft skills, komunikasi, etika kerja, serta pendampingan mulai dari persiapan, proses penempatan hingga perlindungan sebagai pekerja migran.
“Kami tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter, disiplin, kemampuan komunikasi, budaya kerja profesional, dan penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal utama memasuki dunia kerja internasional. Harapan kami, peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap bersaing secara global,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengapresiasi inisiatif DPW Partai Perindo Jawa Barat yang menghadirkan program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Ke depan, DPW Partai Perindo Jawa Barat juga akan memperluas program melalui kemitraan dengan lembaga pendidikan, dunia usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri secara legal, aman, dan profesional.


