Proyek di Labuan Bajo, Politisi Perindo Angkat Bicara soal Upah Pekerja Belum Dibayar
Kamis 01 Juli 2021 09:29 WIBMANGGARAI BARAT - Proyek persemaian modern Labuan Bajo yang berlokasi di kawasan Hutan Produksi Satar Kodi – Nggorang, Kabupaten Manggarai Barat hampir rampung. Namun, beberapa pekerja di lokasi tersebut hingga saat ini belum menerima upah lantaran sang kontaktor pelaksana diduga kabur meninggalkan utang banyak dengan pekerja. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perindo Mabar, Stanislaus Stan Selasa, (29/6/202). Dijelaskan anggota DPRD Mabar ini, pemilik kendaraan yang menyuplai material di lokasi tersebut, menyebutkan sebanyak 20 pekerja yang hingga kini belum menerima upah selama mengerjakan proyek tersebut. “Kabarnya bahwa ada 20 orang pekerja yang sampai saat ini belum dibayar haknya, tapi kontraktor sudah kabur dan tidak tahu di mana keberadaannya,” jelas Stanis. Mirisnya lagi, kata Stanis, kendaraan operasional yang digunakan untuk sewa-pakai oleh kontraktor sejak 24 September 2020 belum juga dikembalikan hingga saat ini. “Terhitung sejak 24 Desember sampai saat ini ( 6 bulan ) belum dibayar sama sekali, dan mobil belum dikembalikan sementara kontraktornya sudah pergi,” papar Stanis dengan nada keras. Upaya yang dilakukan pihak pekerja selama ini, kata Stanis, sama sekali tidak ditanggapi dengan baik oleh pihak kontraktor. Pasalnya, sang kontraktor selalu memberi janji tanpa kepastian yang jelas. “Selama ini, kalau dikontak, mereka hanya janji, dan selalu bilang Minggu ini akan kami bereskan, dan selama 6 bulan ini selalu beri alasan yang sama,” tandas Stanis. Atas kejadian ini, Stanis dan beberapa rekannya akan melaporkan kejadian ini ke Polres Mabar untuk diproses secara hukum. Sebab, menurut Stanis, selain masalah utang pemborong, peristiwa ini juga merupakan sebuah pengkhianatan terhadap orang lokal Manggarai Barat baik kontraktor lokal maupun pekerja lokal. “Ini juga masalah pengkhianatan terhadap orang lokal Manggarai Barat, baik kontraktor lokal maupun pekerja lokal, karena pertanyaannya. Kenapa harus mendatangkan kontraktor dari luar daerah hanya untuk proyek yang mestinya bisa dihendel oleh kontraktor lokal kita,” ucapnya dengan nada keras. Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali media ini melakukan upaya melaui sambungan telepon, namun tidak berhasil. Wartanusantara.id


