Raihan Kursi di Pileg 2024 Terjun Bebas, Partai Perindo Sulsel Sebut Dikalahkan Politik Uang
Rabu 28 Februari 2024 12:49 WIBMAKASSAR - Partai Perindo sempat meraih 23 kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 sebagai pendatang baru. Namun, pada Pemilu 2024 ini, partai tersebut mengalami penurunan drastis, bahkan sampai "terjun bebas".
"Sepertinya turun cukup dalam. Sekitar tinggal 10 kursi," ungkap Ketua Bappilu Partai Perindo Sulsel, Muhammad Askar.
Menurutnya, penyebab penurunan perolehan kursi Pileg 2024 ini antara lain karena adanya 18 partai politik peserta Pemilu, serta praktik politik uang yang mencapai tingkat yang cukup tinggi, diperkirakan mencapai 90 persen.
"Partai Perindo tidak terlibat dalam praktik politik uang. Sementara partai lain melakukan transaksi di lapangan secara besar-besaran, sehingga Partai Perindo merasa tertinggal. Namun, mereka tetap mengedepankan prinsip demokrasi sejati," jelasnya.
"Kemungkinan masyarakat sekitar 90 persen terpengaruh oleh hal tersebut, sehingga kami kehilangan dukungan," tambahnya.
Askar juga menyebutkan beberapa Daerah Pemilihan (Dapil) yang mengalami penurunan, seperti Kabupaten Luwu dan Gowa. Kedua daerah ini sebelumnya memiliki 4 kader Partai Perindo di DPRD pada tahun 2019, bahkan di Luwu ada yang menjabat sebagai pimpinan DPRD.
"Di Luwu dan Gowa, kami mengalami penurunan, mungkin tersisa dua kursi. Di Makassar, pada tahun 2019 meraih dua kursi, sekarang tinggal satu kursi. Sementara di Toraja Utara masih dua kursi dan Tana Toraja satu kursi," jelasnya.
Di tingkat provinsi, Partai Perindo mendapatkan satu kursi di Dapil 3 (Gowa-Takalar), namun kader mereka, Anzar Zaenal Bate, memilih berpindah ke PDI Perjuangan, sehingga Partai Perindo kehilangan kursi di Dapil tersebut.
Askar menyatakan harapannya agar ada tiga Dapil lain yang dapat meraih kursi terakhir, meskipun dia tidak dapat memberikan perhitungan cepat.
"Kami masih menunggu perhitungan resmi dari KPU, semoga di Makassar A (Sulsel 1), Sulsel 10 (Toraja), dan Sulsel 11 (Luwu Raya) dapat meraih kursi," harapnya.
Dirinya pun memastikan penurunan kursi ini akan menjadi bahan evaluasi bagi partai yang dipimpin oleh Hary Tanoesoedibjo ini, untuk lebih mempersiapkan infrastruktur dan kepengurusan hingga di tingkat ranting kecamatan.
"Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi Perindo, bahwa kedepannya partai harus lebih dini mempersiapkan infrastruktur dan pengurus di tingkat ranting kecamatan, dan harus dilakukan paling lambat satu tahun sebelum pemilu," tandasnya.
Rakyatsulsel.com


