Daftar Anggota
  • Berita
  • Ratusan Orang Tewas di Stadion Kanjuruhan, Partai Perindo DIY: Tidak Ada Sepakbola Seharga Nyawa!
Ratusan Orang Tewas di Stadion Kanjuruhan, Partai Perindo DIY: Tidak Ada Sepakbola Seharga Nyawa!
Ketua DPW Partai Perindo DIY Yuni Astuti mengucapkan duka belasungkawa atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Ratusan Orang Tewas di Stadion Kanjuruhan, Partai Perindo DIY: Tidak Ada Sepakbola Seharga Nyawa!

Senin 03 Oktober 2022 10:51 WIB

YOGYAKARTA – Laga BRI Liga 1 pekan ke sebelas yang mempertemukan Arema FC dan Persebaya FC diwarnai bentrokan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu, (1/10/2022).

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Ratusan orang meninggal dunia karena peristiwa tersebut. Selain supporter yang menjadi korban, dua polisi juga ikut tewas. Korban tewas umumnya terkena gas air mata.

Ketua DPW Partai Perindo DIY Yuni Astuti mengucapkan duka belasungkawa atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Menurutnya, hal itu sangat memilukan di tengah kondisi persepakbolaan Indonesia yang baru mulai bangkit pasca pandemi Covid-19.

"Turut berduka cita dan prihatin yang mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan dini hari tadi. Ucapan belasungkawa saya sampaikan kepada keluarga korban baik itu suporter maupun anggota kepolisian yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut," ucap Yuni Astuti, Minggu (2/10/2022).

"Tidak ada sepakbola yang seharga nyawa. Kiranya ungkapan ini harus direnungkan oleh banyak pihak agar kejadian serupa tak lagi terjadi," sambung Yuni.

Yuni Astuti menjabarkan jika kompetisi yang diadakan ini mengandung niat baik yaitu agar muncul bibit-bibit pesepakbola handal dari Indonesia.

Ke depan, dari kompetisi yang digelar PSSI ini diharapkan bisa membentuk timnas yang kuat dan berprestasi di kancah dunia.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Oleh karena itu, dia meminta agar peristiwa serupa tak terjadi lagi di masa mendatang.

Untuk itu, kata Yuni Astuti perlu masukan, perbaikan dan kerja keras dari banyak pihak agar tragedi seperti di Stadion Kanjuruhan tak terjadi lagi.

"Sepakbola adalah olahraga yang sangat populer di dunia termasuk di Indonesia. Antusiasme dan fanatisme para penggemar sepakbola di Indonesia ini tidaklah diragukan lagi," ungkap Yuni Astuti.

"Tata kelola pertandingan dan kompetisi sepakbola ke depannya harus lebih baik lagi agar tragedi seperti di Stadion Kanjuruhan tak lagi terulang. Semoga tragedi semacam ini tak lagi terjadi," sambung kader Pemuda Pancasila DIY ini.

Dia menyarankan agar penyelenggara untuk menghentikan kompetisi untuk sementara waktu agar ada introspeksi bersama.

"Pengelola kompetisi dan PSSI sebaiknya menghentikan Liga untuk sementara waktu untuk melakukan evaluasi dan perbaikan," pungkasnya.

Okezone