Daftar Anggota
  • Berita
  • Reses di Boawae, Kosmas Lawa Bagho Serap Aspirasi Warga dan Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Reses di Boawae, Kosmas Lawa Bagho Serap Aspirasi Warga dan Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Reses di Boawae, Kosmas Lawa Bagho Serap Aspirasi Warga dan Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Reses di Boawae, Kosmas Lawa Bagho Serap Aspirasi Warga dan Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Senin 16 Maret 2026 21:00 WIB

NAGEKEO – Kegiatan reses menjadi ruang penting bagi anggota legislatif untuk mendengar langsung persoalan masyarakat di daerah pemilihan. Di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, aspirasi yang disampaikan warga tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti air bersih dan infrastruktur desa, tetapi juga menyentuh upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui dukungan bagi kelompok tani dan usaha masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo dari Fraksi Perindo, Dapil III Boawae sekaligus Sekretaris Komisi II DPRD, Kosmas Lawa Bagho, S.Fil., M.M., menggelar Reses I Tahun 2026 di sejumlah lokasi wilayah Boawae. Hal tersebut disampaikan Kosmas kepada RRI Sabtu, 14 Maret 2026. Adapun rangkaian kegiatan reses dimulai pada Minggu (8/3/2026) di Kelurahan Nagesepadhi, Kampung Toeteda, Kecamatan Boawae, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah usulan prioritas, di antaranya pemenuhan kebutuhan air bersih dengan tambahan 18 rol pipa, peningkatan ekonomi keluarga yang masih bergantung pada pinjaman koperasi dengan bunga tinggi, serta pembangunan jalan tani dan akses masuk ke kampung-kampung yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Reses berlanjut pada Selasa (10/3/2026) bersama keluarga besar SMPS Katolik Kotagoa Boawae. Dalam kesempatan itu, lembaga pendidikan menyampaikan tiga usulan pokok, yakni penyelesaian ruang kelas, pembangunan aula dan MCK bagi siswa penghuni asrama, serta penempatan guru ASN untuk mata pelajaran IPS, PKN, Seni Budaya, TIK, dan BP.

Pada Kamis (12/3/2026), Kosmas melaksanakan reses di tiga titik Desa Focolodorawe bersama kelompok wanita tani. Selain menyerap aspirasi, Dia menyerahkan bantuan penguatan modal kepada empat kelompok. Usulan prioritas yang muncul meliputi kebutuhan air minum, penampungan air berupa viber, peningkatan jalan tani, pembangunan bendungan di lahan basah, serta perbaikan ruas jalan Nagerawe–Olakile dan akses jalan Nagerawe–Alorawe–Malabay. Warga juga mengusulkan bantuan alsintan berupa handtraktor, benih, serta pendampingan PPL.

Kosmas menegaskan bahwa reses merupakan momen penting untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, dan merasakan langsung kebutuhan warga. Dia menambahkan, hasil kerja sama tahun 2025 telah menghasilkan sejumlah capaian, seperti pembangunan tower telekomunikasi, bantuan alat berat untuk peningkatan jalan agregat, pemasangan meteran listrik gratis bagi 14 KK, serta bantuan handtraktor dan modal usaha bagi kelompok tani.

“Yang sudah terealisasi adalah bantuan modal untuk 9 kelompok wanita tani sebesar Rp22,5 juta di Desa Focolodorawe. Menyusul 8 kelompok di Desa Alorawe dan 8 kelompok di Desa Nagerawe masing-masing Rp20 juta, dengan total Rp62,5 juta,” jelas Kosmas.

Melalui kegiatan reses ini, Kosmas berharap aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan dalam program pembangunan daerah, sehingga kebutuhan dasar seperti air bersih, pendidikan, dan infrastruktur pertanian dapat terpenuhi demi kesejahteraan masyarakat Boawae dan Kabupaten Nagekeo secara umum. Dukungan terhadap kelompok tani serta penguatan usaha masyarakat tersebut juga dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong ekonomi kerakyatan di tingkat desa.