Daftar Anggota
  • Berita
  • Ribuan Suara Hilang, Caleg Partai Perindo DPR Dapil Jatim Kecewa Hasil Sirekap
Ribuan Suara Hilang, Caleg Partai Perindo DPR Dapil Jatim Kecewa Hasil Sirekap
Caleg DPR RI Dapil VIII Jatim dari Partai Perindo, Andro Rohmana Putra mengaku ribuan suara yang didapatnya hilang

Ribuan Suara Hilang, Caleg Partai Perindo DPR Dapil Jatim Kecewa Hasil Sirekap

Kamis 22 Februari 2024 09:56 WIB

MADIUN- Caleg DPR RI Dapil VIII Jatim dari Partai Perindo, Andro Rohmana Putra mengaku ribuan suara yang didapatnya dalam Pemilu 14 Februari 2024 lalu, hilang. Raibnya suara ini diketahui dari sistem informasi rekapitulasi Pemilu (Sirekap) milik KPU.

“Sirekap hanyalah alat bantu dan bukan salah satu tolak ukur dalam penentuan penetapan Pemilu. Tapi Sirekap ini alat bantu untuk mempublikasikan. Ketika mempublikasikan di website resmi KPU ada kejanggalan, kita mempertanyakannya,” kata Andro saat menggelar konferensi pers di RM Echo Kota Madiun, Rabu, 21 Februari 2024.

Tercatat pada 17 Februari 2024 pukul 11.45 WIB, ia mendapatkan suara sebanyak 10.822 hasil akumulasi dari 7.183 TPS. Namun, pada 19 Februari 2024 pukul 23.00 WIB suaranya turun menjadi 7.036 dari 11.618 TPS. Sehingga, ia kehilangan suara dengan jumlah 3.786.

“Ada naiknya lalu turun lagi. Bahkan, sehari bisa turun hingga dua kali, ini konyol. Padahal, jumlah TPS yang terekap bertambah, hal ini sangat tidak wajar. Apalagi kita sama-sama tahu, bahwa asas-asas Pemilu ini luber dan jurdil,” terangnya.

Andro menuding temuan ini menunjukkan ketidaksiapan KPU dalam menyelenggarakan Pemilu.

Walaupun, KPU telah menyatakan bahwa hasil rekapitulasi yang sah adalah perhitungan suara yang dilakukan secara berjenjang sebagai data resmi perolehan suara peserta Pemilu.

“Sistem yang dibangun oleh KPU itu masih dalam tahap pengembangan, bukan tahap yang siap untuk dirilis ke masyarakat umum. Dapat dilihat di lapangan, dari petugas TPS sudah meng-upload suara, namun banyak terjadi kesalahan. Ketika ada salah, harus diulangi lagi,” tegasnya.

“Perlu diketahui sistem yang ada saat ini belum pernah diuji coba dalam masa yang cukup banyak,” tambahnya.

Fenomena seperti ini, lanjut Andro, diduga juga terjadi hampir di semua peserta Pemilu. Sehingga dirinya berharap, apa yang ia rasakan dapat menjadi perhatian serius bagi penyelenggara Pemilu.

“Namun, semua ini merupakan dugaan. Ketika ada indikasi-indikasi ini, kita harus bersuara. Karena ketika semua bersuara, masyarakat teredukasi,” tandasnya.

Memorandum