Rindu Masyarakat 5 Desa akan Listrik Terjawab Sudah Berkat Perjuangan Duo Legislator TTS Ini
Kamis 26 Agustus 2021 09:56 WIBTTS - Bertahun-tahun hidup tanpa penerangan, 5 desa di Kecamatan Santian, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur akhirnya bakal dialiri listrik berkat perjuangan dua anggota DPRD.
Ke 5 desa tersebut yakni Manunfui, Naifatu, Nenotes, Poli, dan Santian. Sebelumnya 5 desa tersebut lebih dari 76 tahun belum menikmati penerangan listrik.
Berawal dari kondisi tersebut, warga setempat mengajukan permohonan ke PT PLN sejak Maret 2021, akhirnya dijawab pihak PLN dengan melakukan survei untuk perluasan jaringan listrik di 5 desa tersebut.
Masyarakat tak sendiri kala itu, namun berkat perjuangan duo legislator TTS yakni Askenas Gomer Afi dan Marliana Lakapu dari Perindo TTS.
Marliana Lakapu mengungkapkan rasa syukur ke 5 desa itu akan terang benderang.
Sejak awal, srikandi Perindo TTS ini bersama Askenas Gomer Afi rekannya di DPRD TTS mengawal permohonan masyarakat 5 desa, bersama warga mereka mendatangi Kantor PT PLN wilayah NTT di Kupang.
Menurutnya sudah bertahun-tahun masyarakat di wilayah Santian menantikan penerangan, ketika permohonan dijawab dan PT PLN melakukan survei tentu hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat.
“Saya bersyukur karena respon bagus dari PLN. Selain hadiah Ulang Tahun Kemerdekaan, juga bagi saya dan Pak Kenas yang sama-sama berulang tahun di bulan Agustus," ujar anggota Komisi IV DPRD TTS dari Perindo ini.
Ina begitu ia disapa pun merasa bahagia, dua tahun menjadi anggota DPRD dan berkat perjuangannya bagi masyarakat di Kecamatan Santian akhirnya terjawab sudah.
“Sesuatu yang bersejarah. Saya dan Pak Kenas adalah putra-putri asli Santian," tandasnya.
Sementara itu, Askenas Gomer Afi menuturkan masyarakat 5 desa di Kecamatan Santian sudah bertahun-tahun hidup tanpa aliran listrik dan selama ini mengandalkan lampu pelita sebagai alat penerangan.
Sekretaris Fraksi Nasdem TTS itu bertekad akan terus mengawal perluasan jaringan listrik di Kecamatan Santian hingga masyarakat benar-benar menikmati penerangan listrik yang selama ini dirindukan.
"Saya sudah merasakan hidup tanpa listrik bertahun-tahun, karena itu saya merasa senang dengan adanya jawaban dari PLN," ujar putra dari Kepala desa Poli, Lamech Afi ini.
Liputan4


