Daftar Anggota
  • Berita
  • RPA Perindo Ajak Parpol Perangi Penjahat Kemanusiaan
RPA Perindo Ajak Parpol Perangi Penjahat Kemanusiaan
Ketua RPA Perindo Jeannie Latumahina

RPA Perindo Ajak Parpol Perangi Penjahat Kemanusiaan

Jumat 12 Juli 2024 07:59 WIB

JAKARTA– Maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di berbagai daerah di Indonesia harus mendapat perhatian serius dari seluruh komponen anak bangsa tanpa terkecuali.

Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Perindo berpandangan perempuan dan anak merupakan faktor vital dalam pembangunan suatu bangsa untuk itu hak-hak perempuan dan anak harus benar-benar dilindungi.

Demikian dikatakan Ketua RPA Perindo Jeannie Latumahina di kawasan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024).

Menurut Jeannie Latumahina, negara ini adalah negara hukum dan sudah jelas negara sangat melindungi hak-hak perempuan dan anak baginya ini bukanlah sebuah konsep belaka. 

Namun konsep yang perlu disosialisasikan sebagai pedoman dan cara pandang kita semua guna menghadirkan para pemimpin-pemimpin ke depan yang benar-benar memiliki etika dan moral untuk kemudian menjadi teladan bagi rakyatnya.

“Perlu diketahui bahwa RPA Perindo berkomitmen dan konsisten dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak,” lanjut Jeannie.

Terkait dengan momentum pesta demokrasi pemilihan para kepala daerah November mendatang, dia menyatakan RPA tetap pada prinsip untuk tetap menolak para calon kepala daerah yang pernah tersandung kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“RPA Perindo menghimbau dan mengajak para partai politik untuk bersama-sama memerangi para penjahat kemanusiaan ini, siapa pun dia dan darimanapun dia,” tandas perempuan berdarah Maluku ini.

Selaras dengan RPA Perindo, para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) pun turut menghimbau agar partai politik bisa lebih selektif dalam memberikan dukungan terhadap calon kepala daerah.

Sebab, nasib masyarakat nantinya akan berada di tangan para delegasi partai, melalui surat tugas maupun surat rekomendasi partai tersebut.

Adhy Fadhly selaku aktivis HAM dan pegiat anti korupsi memberikan apresiasi terhadap sikap tegas serta komitmen RPA.

Dia juga berharap agar sikap tegas dari RPA mendapat respond positif dari para pimpinan partai politik lebih khusus Partai Perindo itu sendiri.

“Sebab kita tahu di setiap partai politik pasti ada kaum perempuan yang patut di lindungi,” lanjut Adhy.

Dia berharap RPA Perindo mampu menjadi garda terdepan dalam melawan para penjahat kemanusiaan. 

RPA Perindo harus bisa memberikan masukan masukan yang positif dan konstruktif sebagai bahan pertimbangan partai.

Dalam hal ini bisa saja disampaikan ke 
Tim Desk Pilkada Partai Perindo sehingga dalam memberikan dukungan berupa rekomendasi terhadap para bakal calon itu benar benar selektif.

Ia menegaskan RPA Perindo selaku organisasi sayap Partai Perindo memiliki peran penting untuk partai itu sendiri.

Dia mengambil contoh di negara-negara eropa, organisasi sayap ini lebih dikenal dengan sebutan interest group yang mana mempunyai tujuan yang berbeda dengan partai, namun mampu membawa dampak yang luar biasa di masyarakat.

"Jadi interest group atau organisasi sayap biasa diidentifikasikan selaku pihak pemaksimal sebuah kebijakan,sementara partai politik itu sendiri sebagai pemaksimal pemenangan dalam sebuah kontestasi,” tutup Adhy.

Jakartasatu.com