Daftar Anggota
  • Berita
  • RPA Perindo Apresiasi P2TP2A Kota Tangsel Sungguh-Sungguh Tangani Kasus Pencabulan Anak
RPA Perindo Apresiasi P2TP2A Kota Tangsel Sungguh-Sungguh Tangani Kasus Pencabulan Anak
RPA Perindo sambangi P2TP2A Kota Tangsel. (Foto: Hambali)

RPA Perindo Apresiasi P2TP2A Kota Tangsel Sungguh-Sungguh Tangani Kasus Pencabulan Anak

Selasa 07 Maret 2023 17:23 WIB

TANGSEL - Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Perindo mengapresiasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang telah bekerja bersungguh-sungguh dalam menangani kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak-anak.

Hal itu disampaikan Ketua DPP RPA Partai Perindo Jeannie Latumahina saat menyambangi kantor P2TP2A Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Rawa Buntu, Serpong, Selasa (7/3/2023). 

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

RPA Perindo mengecek hasil pemeriksaan psikologis dari ketiga pelaku Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang mencabuli bocah berinisial AL (5) pada September 2022 lalu.

"Kami sama-sama memberikan apresiasi kepada P2TP2A Tangsel yang mana di dalam pemeriksaan terhadap pelaku maupun korban, mereka bekerja dengan sungguh-sungguh. Saat ini pelaku kekerasan sedang menjalani proses pemeriksaan kejiwaan," tutur Jeannie di lokasi.

Jeannie yang didampingi pengurus lainnya sempat menggelar audiensi dengan Kepala P2TP2A Tangsel, Tri Purwanto. Di sana diketahui, bahwa pemeriksaan kejiwaan pelaku masih dalam proses.

"Dengan adanya percakapan kami dengan pihak Kepala P2TP2A, kami melihat mereka serius menangani kasus ini. Dan dalam waktu dekat, ketiga pelaku ini juga bisa diproses untuk dibina sehingga tidak lagi terjadi kekerasan terhadap anak-anak," imbuhnya.

Kasus pelecehan itu terjadi pada tanggal 12 September 2022 sekira pukul 19.30 WIB. Korban berinisial AL diajak ke suatu lapangan oleh para pelaku yang tak lain adalah tetangga rumahnya sendiri. Sampai di lokasi, para pelaku melakukan pencabulan terhadap korban

Selang setengah jam kemudian barulah pelaku menghentikan aksinya dan membiarkan korban pulang. Awalnya AL tak mau bercerita pada orang tua, namun sekira pukul 23.00 WIB, AL mengeluh sakit di bagian kelamin hingga akhirnya kejadian itu terungkap.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Ironisnya para pelaku juga masih berusia di bawah umur. Mereka masing-masing berinisial AS (14), EJ (13), dan YO (7) yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Kasus ini ditangani secara hati-hati karena baik korban dan pelaku merupakan anak-anak di bawah umur.

Okezone