Selain Pandemi, Ini 5 Tantangan Utama Ekonomi Indonesia di 2022
Jumat 07 Januari 2022 19:23 WIBJAKARTA -- Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengungkapkan, selain pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia di 2022 juga akan menghadapi lima tantangan besar.
Tantangan pertama terkait dengan adanya kenaikan harga komoditas energi yang berisiko menciptakan inflasi energi, khususnya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Berikutnya, adalah inflasi pangan yang didorong oleh meningkatnya harga komoditas pangan secara global, disertai risiko cuaca ekstrem dan supply chain disruption.
"Kalau inflasinya karena banyak yang membeli, itu kabar bagus. Yang terjadi sekarang inflasinya lebih bersumber dari sisi pasokan,” kata Bhima Yudhistira dalam webinar digelar Partai Persatuan Indonesia (Perindo) bertajuk “Masihkan Pandemi Akan Mengganggu Pertumbuhan Ekonomi 2022”, Jumat (7/1/2022).
BACA JUGA: Pengamat: Inflasi Energi dan Pangan Jadi Tantangan di 2022
Tantangan ketiga adalah standarisasi lingkungan hidup. Perhatian terhadap perubahan iklim terus meningkat. Hal ini akan berpengaruh terhadap pembiayaan dan investasi.
"Kondisi ini jadi peluang sekaligus tantangan. Kendaraan listrik, baterai, itu akan jadi primadona sepanjang 2022 dan ke depannya."
"Tantangannya, siap tidak UMKM di Indonesia memiliki standarisasi lingkungan hidup yang bagus, mulai dari proses produksi sampai penjualan harus pro lingkungan. Banyak UMKM yang kesulitan mengakses standarisasi lingkungan hidup,” kata Bhima.
BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo
Tantangan keempat adalah great resignation, yaitu pola work from home (WFH) membuat sebagian pekerja tidak mau kembali bekerja secara manual atau ke kantor.
Kondisi ini tentunya semakin mematikan usaha-usaha yang selama ini bergantung pada aktivitas perkantoran, misalnya warung-warung di sekitar kantor.
“Berikutnya yang menjadi tantangan kelima adalah digitalisasi. Penerapan smart tech di setiap lapisan birokrasi dan usaha termasuk UMKM memunculkan tantangan dari sisi keamanan siber dan perlindungan data,” ungkap Bhima.
Beritasatu.com


