Daftar Anggota
  • Berita
  • Sempat Kuatir Disuntik, Politisi Perindo Sebut Warga Matim Kini Tak Takut Divaksin
placeholder-news

Sempat Kuatir Disuntik, Politisi Perindo Sebut Warga Matim Kini Tak Takut Divaksin

Kamis 15 Juli 2021 14:33 WIB

MATIM - Proses pelaksanaan vaksin Covid-19 di beberapa wilayah Manggarai Timur (Matim) kini sedang digencar baik di Kota Borong maupun di beberapa puskesmas. Ini sebagaimana terlihat pada Senin (11/7/2021) lalu, pelaksanaan vaksin  di Puskesmas Beamuring, Kecamatan Lambaleda Selata, Kabupaten Manggarai Timur. Kepala Puskesmas Beamuring Saverinus Sariman mengatakan antusiasme warga sangat  tinggi untuk mendapatkan layanan vaksin. Quota untuk pelayanan vaksinasi di Puskesmas Beamuring, pihaknya  mendapat jatah 190 vaksin untuk 190 penerima yaitu untuk pelayan publik dan para lansia. Pelayan publik yang dimaksudkan adalah  pelayan kios, sopir angkutan umum, pelayan umat, aparat desa, BPD, pendidik, dan juga para lansia hingga total 190 penerima vaksin. “Kami beri pelayanan bagi mereka yang notabene sebagai  pelayan publik dan lansia dari beberapa desa yaitu dari desa Deno, Melo, dan  Leong. Total seluruhnya  berjumlah 190 sasaran yang terlayani sesuai quota vaksin yang diberikan dari kabupaten,” ungkap Kapus Saverinus baru-baru ini. Dikatakan  Saverinus, warga mengikuti semua tahapan dengan sabar dan tertib, mulai  dari pendataan nama, mengukur tensi darah, berat badan, tinggi badan dan ukuran lingkar perut. Termasuk di antaranya pemberian nomor antri yang  dilanjutkan pendaftaran, screening, penyuntikan vaksin dan mendapatkan kartu bukti usai divaksin Covid-19. Dirinya mengharapkan agar  pada pelayanan di hari-hari selanjutnya warga  juga antusias sebagaimana vaksin dilakukan di Puskesmas Beamuring. “Kita juga memberi vaksin untuk masyarakat dari wilayah Puskesmas Lenang.  Ada 100 penerima vaksin sesuai quota yang diberikan dari kabupaten,” jelas Saverinus. Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Manggarai Timur Damu Damian pada saat pemantauan pelaksanaan  vaksin mengapresiasi tenaga kesehatan puskesmas dari dokter, bidan, perawat dan sanitarianyang penuh semangat dalam memberikan pelayanan. Dirinya berharap agar para nakes tetap menjaga kondisi kesehatan mereka sehingga pelayanan vaksinasi kepada masyarakat tidak terganggu. Menurut politisi Partai Perindo ini antusias masyarakat untuk ikut vaksin sangat berbeda dengan jadwal pelayanan sebelumnya yang masih enggan untuk datang karena ada perasaan takut disuntik. “Sebelumnya kami dengar ada warga yang tidak mau divaksin. Namun tadi mereka mengaku tidak sakit dan tidak ada efek samping yang seperti mereka takutkan sehingga sekarang lebih  antusias,” kata Damu Damian. RRI