Senator Partai Perindo Rote Ndao Akui Bantuan untuk Korban Badai Seroja Tak Tepat Sasaran
Rabu 22 September 2021 15:47 WIBROTE NDAO - Polemik bantuan untuk korban bencana Badai Seroja di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur hingga kini belum jelas muaranya.
Hal ini yang kemudian dipertanyakan warga di Kecamatan Rote Barat Laut dan Kecamatan Rote Timur kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Paulus Henuk saat melakukan reses ke-II di Desa Busalangga Barat, Rote Barat Laut, Rote Ndao.
Dalam hearing itu, seorang warga Selfiana Sipa Hilli menjelaskan dirinya dan warga tidak mampu lainnya belum menerima bantuan dari pemerintah pasca-bencana Badai Seroja yang terjadi di kampung mereka pada April 2021 lalu.
Padahal, semua rumah milik warga di Desa Busalangga Barat baik rusak ringan maupun berat telah didata oleh dinas terkait.
Menanggapi hal ini, Paulus Henuk mengaku bantuan diberikan pemerintah untuk korban Badai Seroja sudah berjalan, hanya saja tidak tepat sasaran dalam pelaksanaannya dan terkesan dibelokan sebelum bantuan sampai ke tangan korban bencana Badai Seroja.
"Bantuan untuk korban Badai Seroja sudah berjalan sebenarnya, ada bantuan sembako dan seng. Tetapi sampai di lapangan dipelintir bantuannya. Sampai di lokasi nanti dibilang bantuan itu dari si A dan si B," ujar legislator Partai Perindo Rote Ndao itu.
BACA JUGA: Gangguan Jaringan Internet di Ambon, Politisi Perindo Ngaku Belajar Siswa Ikut Terganggu
Terkait hal ini, DPRD Rote Ndao sudah menindaklanjuti dan telah dua kali berkirim surat kepada Bupati Paulina Haning Bullu untuk membahasnya guna mencari solusi dan penanganan terbaik, tetapi Bupati tidak meresponnya sampai saat ini.
"Kita akan bersurat lagi untuk ketiga kalinya. Saya sudah usulkan kepada Ketua DPRD untuk kita bersurat lagi," kata Paulus.
Selanjutnya, menurut Paulus untuk anggaran penanggulangan bencana dan musibah Covid-19, Pemerintah Daerah beserta DPRD Rote Ndao telah menetapkan dana sebesar Rp6,5 miliar sebelum terjadinya Badai Seroja.
Dari dana Rp6,5 miliar tersebut, anggaran yang telah terpakai sebesar Rp2 miliar lebih dan sisanya Rp4 miliar.
"Dalam perjalanan kita tidak tahu kalau terjadinya musibah Badai Seroja sehingga pemerintah meminta dana tambahan guna mengatasi musibah ini sebesar Rp18 miliar," jelasnya.
Penaemas


