Serahkan Kultivator, Albinus Kase Genjot Produktivitas Petani TTS
Kamis 05 Maret 2026 17:02 WIBTIMOR TENGAH SELATAN - Produktivitas pertanian di Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur selama ini terhambat keterbatasan alat.
Sebagian petani masih mengolah lahan secara manual, dengan tenaga dan waktu yang tidak sedikit. Kondisi itu berpengaruh langsung terhadap hasil produksi.
Sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas petani, anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Albinus Oktovianus Kase memberikan kultivator kepada Kelompok Tani Pelita di desa itu.
“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan, saya serahkan satu unit kultivator kepada Kelompok Tani Pelita Desa Tublopo,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten TTS ini menegaskan, persoalan klasik di desa-desa bukan hanya soal modal, tetapi juga akses terhadap sarana produksi.
“Semoga alat ini membantu anggota kelompok meningkatkan hasil produksi pertanian dan bermanfaat untuk banyak orang,” tuturnya.
Albinus menilai, peningkatan kesejahteraan petani tidak bisa dilepaskan dari efisiensi kerja di lapangan. Tanpa alat pendukung, petani membutuhkan waktu lebih lama untuk mengolah lahan, sehingga siklus tanam ikut tertunda.
Penguatan sektor pertanian di desa juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Ketika produktivitas petani meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kelompok tani, tetapi juga perputaran ekonomi masyarakat desa.
“Membangun daerah tidak selalu harus dengan kata-kata besar, cukup dengan hadir, peduli dan memberi solusi nyata,” ucap legislator Partai Perindo ini.
Albinus yang meraih gelar Magister Administrasi Bisnis dari Universitas Brawijaya menambahkan, langkah kecil seperti penyediaan alat produksi pertanian dapat menjadi titik awal perbaikan ekonomi desa. “Bersama masyarakat, kita bergerak. Bersama petani, kita bertumbuh,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Pelita Immanuel Puai mengungkapkan, sejak mengikuti dinamika politik daerah pada 2004, baru kali ini dia menerima langsung bantuan alat pertanian dari anggota legislatif.
“Dari 2004 sampai hari ini, baru saya bertemu salah satu dewan yang mendatangkan satu unit kultivator di kelompok tani saya. Saya berterima kasih banyak kepada Bapak Albinus Kase,” terangnya.
Dia berharap, alat itu mempercepat proses pengolahan kebun dan meningkatkan hasil tanam warga yang mayoritas bergantung pada sektor pertanian.


