Daftar Anggota
  • Berita
  • Serap Aspirasi Tiga Kampung, Minarsih Perjuangkan Penguatan Ekonomi Warga Kutai Barat
Serap Aspirasi Tiga Kampung, Minarsih Perjuangkan Penguatan Ekonomi Warga Kutai Barat
Serap Aspirasi Tiga Kampung, Minarsih Perjuangkan Penguatan Ekonomi Warga Kutai Barat

Serap Aspirasi Tiga Kampung, Minarsih Perjuangkan Penguatan Ekonomi Warga Kutai Barat

Selasa 31 Maret 2026 14:36 WIB

KUTAI BARAT-Keterhubungan wilayah dan pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah kampung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. 

Di tengah kebutuhan akan percepatan pembangunan berbasis kebutuhan warga, agenda reses menjadi ruang penting untuk merumuskan solusi sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Anggota DPRD Kutai Barat Minarsih menyambangi Kampung Jelemuq, Kecamatan Tering; Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok dan Kampung Muut, Kecamatan Nyuatan dalam reses yang berlangsung 24-29 Maret lalu.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan, baik itu berupa saran, masukan maupun pengaduan akan dituangkan ke dalam laporan kegiatan reses dan selanjutnya akan disampaikan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti,” ungkap Minarsih, Selasa (31/3/2026).

Minarsih mengungkapkan, reses menjadi momentum untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah. Melalui pertemuan langsung, berbagai persoalan di tingkat kampung dapat dipetakan secara lebih konkret.

Ketua DPD Partai Perindo Kutai Barat ini menegaskan, kehadirannya sebagai wakil rakyat merupakan amanah untuk mengawal setiap usulan masyarakat agar dapat diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan, khususnya yang berdampak pada perbaikan infrastruktur dan penguatan ekonomi warga.

Di sisi lain, agenda reses pasca Idul Fitri ini dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus mempererat silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat. 

Penyerapan aspirasi ini diharapkan Minarsih tidak hanya berhenti pada inventarisasi persoalan, tetapi mampu melahirkan solusi konkret yang berdampak pada penguatan ekonomi kerakyatan. 

Ketika kebutuhan dasar dan infrastruktur terpenuhi, aktivitas ekonomi warga, mulai dari usaha kecil, pertanian hingga perdagangan lokal dapat tumbuh lebih produktif dan berkelanjutan. “Program yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan,” tegas Minarsih.