Daftar Anggota
  • Berita
  • Soroti Buzzer, Waketum Partai Perindo: Kegaduhan Tak akan Terjadi jika Elit Politik Junjung Etika
Soroti Buzzer, Waketum Partai Perindo: Kegaduhan Tak akan Terjadi jika Elit Politik Junjung Etika
Wakil Ketua Umum Bidang Kajian Strategis, Organisasi Sayap, dan Hubungan Antar Organisasi DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Boyke Novrizon

Soroti Buzzer, Waketum Partai Perindo: Kegaduhan Tak akan Terjadi jika Elit Politik Junjung Etika

Jumat 11 November 2022 20:30 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Bidang Kajian Strategis, Organisasi Sayap, dan Hubungan Antar Organisasi DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Boyke Novrizon menilai persaingan antarpartai politik dalam Pemilu merupakan hal yang lumrah.

Sebab, sebagai peserta Pemilu semua partai politik tentunya berusaha untuk menjadi pemenang.

"Semua partai politik yang mencalonkan baik pada tingkatan yang tadi saya sampaikan, tingkatan presiden maupun legislatif intinya ingin meraih kemenangan karena itu inti dari election," kata Boyke dalam Webinar Partai Perindo yang bertajuk 'Memasuki Tahun Politik, Bagaimana Membangun Harmonisasi Antar Partai', Jumat (11/11/2022).

Menurut Boyke, kegaduhan dalam Pemilu 2019 tidak murni disebabkan buzzer-buzzer politik.

Buzzer, kata dia, tidak akan membuat kegaduhan dengan menurunkan secara personal lawan politik mereka jika pimpinan partai politik tegas menjunjung tinggi etika berpolitik.

"Kalau relawan atau tim buzzer tidak mendapatkan perintah tentunya tidak akan terjadi hal-hal hiruk pikuk yang sangat luar biasa pada tahun 2019 lalu," ujarnya.

Ia berharap, elite dan pimpinan partai politik senantiasa menginstruksikan kader-kadernya menjaga dengan sangat etika berpolitik.

"Di elite politiknya dulu benar-benar dijaga, hubungan harmonisasi harus benar-benar dikuatkan, bahwa berpolitik dengan mengagungkan etika berpolitik harus benar-benar dirawat," tuturnya.


"Partai Perindo berharap, harmonisasi para elite politik, para tokoh-tokoh bangsa yang ada di Republik ini itu tidak hanya harmonisasi tingkatan lips service, hanya pada tingkatan narasi yang disampaikan di media," imbuhnya.

Okezone