Daftar Anggota
  • Berita
  • Survei ARCI: Di Jember, Partai Perindo Punya Daya Pikat yang Semakin Kuat
Survei ARCI:  Di Jember, Partai Perindo Punya Daya Pikat yang Semakin Kuat
Direktur ARCI Baihaqi Siraj sedang menyampaikan hasil survei.

Survei ARCI: Di Jember, Partai Perindo Punya Daya Pikat yang Semakin Kuat

Senin 10 April 2023 11:04 WIB

Jember (beritajatim.com) – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) termasuk salah satu partai politik yang memiliki daya pikat paling kuat bagi kalangan pemilih di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Berdasarkan survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) terhadap 831 orang responden pada 7-25 Maret 2023, elektabilitas Partai Perindo di Jember, tembus 7,2 persen.

Adapun di urutan pertama yakni Partai Gerindra mencapai 15,01 persen. Empat partai lainnya yang memiliki elektabilitas di atas 10 persen adalah Partai Nasdem 12,08 persen, PDI Perjuangan 11,34 persen, dan PKB 11,1 persen.

Partai Demokrat memperoleh 9,4 persen, Golkar 9,89 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 8,98 persen. Tiga partai tersebut saat ini memiliki wakil di DPRD Jember. Bahkan PPP memiliki satu fraksi.

Bahkan, elektabilitas Partai Perindo yang diketuai Hary Tanoesoedibjo ini mengalahkan dua partai petahana yakni Partai Keadilan Sejahtera 4.51 persen dan Partai Amanat Nasional 4,63 persen.

Sementara itu, Partai Gelora yang didirikan mantan pengurus PKS dan Partai Kebangkitan Nusantara yang didirikan mantan pengurus Demokrat sama-sama memperoleh 0.61 persen.

Partai Hanura yang pernah memperoleh kursi pada Pemilu 2009 hanya mendapat dukungan 0,25 persen.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengindentifikasi diri sebagai partai anak muda hanya mengantongi 0,24 persen dukungan.

Kendati persentase elektabilitas cenderung berjarak, namun simulasi surat suara menunjukkan bahwa perimbangan kekuatan kursi di DPRD Jember relatif seimbang.

Gerindra diperkirakan akan memperoleh 8 kursi, PKB 7 kursi, PDI Perjuangan 7 kursi, Nasdem 7 kursi, PPP 7 kursi, Demokrat 5 kursi, Golkar 5 kursi, Partai Perindo 3 kursi, dan PAN 1 kursi.

Partai yang diperkirakan akan kehilangan kursi di DPRD Jember adalah PKS. Tentu ini sebuah penurunan drastis, karena dalam Pemilu 2014 dan 2019, PKS selalu memperoleh enam kursi.

Perubahan peta suara dan kursi di DPRD Jember ini memiliki beragam faktor.

“Ketidaksinkronan antara PKB dengan Pengurus Besar NU berdampak luar biasa bagi PKB, sehingga PKB sedikit menurun dibandingkan survei-survei terdahulu,” kata Direktur ARCI Baihaqi Siradj, Jumat (7/4/2023) malam.

Menurut Baihaqi, sebelum terjadinya konflik antara PKB dan PBNU, kedua institusi tersebut identik.

“NU adalah PKB, PKB adalah NU. Begitu ada perbedaan pandang, ini berdampak di bawah, termasuk masyarakat pemilih,” katanya.

Sementara itu, naiknya suara Perindo tak lepas dari keputusan Hary Tanoesoedibjo untuk merapat ke pemerintahan Joko Widodo.

Adapun Gerindra memperoleh efek dari pencalonan Prabowo Subianto menjadi calon presiden. Begitu juga Nasdem yang mendapat berkah pencalonan Anies Baswedan.

Namun di Jember, efek Anies tak berdampak terhadap PKS.

“Kalau di Surabaya yang dapat efek ekor jas Anies adalah PKS, bukan Nasdem. Suara PKS naik di sana,” kata Baihaqi. 

Sumber : beritajatim.com