Daftar Anggota
  • Berita
  • Survei ”Kompas”, Popularitas Partai Perindo Tembus Jajaran Parpol Parlemen
Survei ”Kompas”, Popularitas Partai Perindo Tembus Jajaran Parpol Parlemen
Para kader dan simpatisan saat menanti Ketum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menyerahkan berkas Bacaleg ke KPU, Jakarta, Minggu (14/5/2023)

Survei ”Kompas”, Popularitas Partai Perindo Tembus Jajaran Parpol Parlemen

Rabu 24 Mei 2023 09:56 WIB

JAKARTA -- Partai Persatuan Indonesia atau Perindo dalam Survei Litbang Kompas Mei 2023 menjadi satu-satunya partai politik non-Parlemen ataupun parpol baru yang dari sisi popularitas dan kesukaan menembus jajaran parpol Parlemen. Namun, butuh kerja ekstra dan strategis untuk mengubah tingkat kepopuleran dan kesukaan itu menjadi elektabilitas.

Survei Litbang Kompas pada 29 April hingga 10 Mei 2023 menunjukkan, kepopuleran Perindo mencapai 73,7 persen dengan tingkat kesukaan 46 persen. Dari sisi kepopuleran, Perindo berada di peringkat ketujuh setelah Golkar, PDI-P, Demokrat, Gerindra, Nasdem, dan PAN. Namun, dari sisi elektabilitas, Perindo berada di posisi kesembilan dengan angka 3,1 persen. Dibandingkan dengan survei Januari 2023, elektabilitas Perindo turun 1 poin. Adapun margin of error survei ini +/- 2,83 persen.

Peneliti senior Litbang Kompas, Yohan Wahyu, di Jakarta, Selasa (23/5/2023), menuturkan, tingginya popularitas Perindo sebagai partai non-Parlemen tidak lepas dari masifnya partai ini mem-branding diri di udara melalui akses media yang dimiliki Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo. 

Hal ini dengan mudah membangun memori di ruang publik sehingga tidak heran mendongkrak popularitas Perindo. Namun, popularitas ini belum diimbangi oleh tingkat keterpilihan karena Perindo dihadapkan pada dua tantangan yang tidak mudah.

Pertama, hampir 70 persen pemilih yang sudah menentukan pilihan lebih banyak menjatuhkan pilihan ke parpol besar dan menengah (parpol Parlemen) sehingga ceruk pasar pemilih makin terbatas. Ceruk pemilih parpol baru atau non-Parlemen kurang dari 5 persen. 

”Tantangan kedua adalah bagaimana tingginya eksposure Perindo di media juga diimbangi dengan program-program nyata di lapangan. Hal ini penting untuk membonceng popularitas tadi tidak sekadar terkenal di ’udara’, tapi juga nyata hadir di tengah-tengah pemilih dengan tawaran program nyata yang dibutuhkan,” kata Yohan.

Wakil Ketua Umum Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, tingkat kepopuleran Perindo yang mencapai 73,7 persen disebabkan oleh kerja-kerja pengurus, kader, dan simpatisan yang sering turun ke masyarakat. Mereka melakukan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat, terutama kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang membutuhkan bantuan serta pendampingan.

Kerja-kerja tersebut turut ditopang dengan publikasi media milik Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo sehingga lebih banyak masyarakat yang mengetahui kinerja Perindo di lapangan. Bahkan, kehadiran sejumlah tokoh, mantan kepala daerah, serta pesohor yang menjadi bagian dari Perindo turut meningkatkan atensi masyarakat sehingga popularitasnya terus meningkat.

”Tidak bisa dimungkiri bahwa Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo merupakan pemilik media sehingga media akan menjadi bagian penting untuk menjembatani proses-proses yang dilakukan bakal caleg, asal tidak menyalahi aturan main yang ada,” ujarnya.

Lebih jauh, kata Ferry, tingkat popularitas dan kesukaan yang relatif tinggi akan berusaha dikonversi menjadi elektabilitas. Setelah Perindo dan bakal calegnya dikenal masyarakat, mereka akan turun ke masyarakat untuk melakukan kerja-kerja nyata. 

Bakal caleg harus meyakinkan pemilih dengan program-program yang riil dan tidak hanya sekadar memberikan narasi. Sebab, masyarakat membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar janji-janji semata dan meyakinkan bahwa Perindo bisa menjawab harapan masa depan pemilih.

Sementara itu, terkait penurunan elektabilitas disebabkan bakal caleg belum turun ke masyarakat. Setelah 580 bakal caleg DPR didaftarkan ke KPU, mereka langsung melakukan ”kerja darat” dengan bertemu pemilih secara langsung. 

Bahkan, dalam satu daerah pemilihan, semua bakal caleg yang didaftarkan merupakan petarung yang siap merebut suara agar mampu lolos ambang batas Parlemen pada Pemilu 2024.

”Kalau sudah turun ke masyarakat, popularitas dan kesukaan masyarakat kepada Perindo beserta seluruh bakal caleg kami akan bisa dikonversi menjadi suara,” ujar Ferry.

KOMPAS