Susaningtyas Kertopati: Terorisme di Papua Diatasi dengan Pahami Karakteristik Aspek Struktural
Jumat 14 April 2023 22:58 WIBJAKARTA - Aksi terorisme di Papua harus diatasi dengan memahami karakteristik aspek strukturalnya.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hankam dan Siber Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menanggapi aksi terorisme yang belakangan ini sering terjadi di Bumi Cenderawasih.
Karakteristik struktural yang dimaksud di antaranya adalah merusak atau melemahkan legitimasi pemerintah yang sah, sembari memperkuat posisi ideologi mereka di mata publik untuk mendapatkan simpati.
Kemudian, kata wanuta yang karib disapa Nuning itu, melemahkan kemampuan pemerintah yang sah untuk menyediakan akses keamanan dan layanan publik.
Seperti pendidikan, kesehatan dan keadilan untuk menggambarkan bahwa pemerintah yang sah tidak mampu memenuhi aspek struktural publik yang mendasar.
"Selain itu, berupaya sedapat mungkin meraih dukungan publik, baik aktif (rekrutmen bergabung dengan kelompok terorisme) atau minimal pasif (simpati kepada kelompok terorisme)," ujarnya, Jumat (14/4/2024).
Yang lainnya adalah memprovokasi aparat pemerintah untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap simpatisan atau anggota jaringan teroris, sehingga mereka semakin mendapatkan simpati sekaligus memperkuat loyalitas kelompok terhadap ideologi tertentu.
Kelima, yakni terdapat aktor/simpatisan Berupaya melakukan infiltrasi untuk masuk sebagai aparat instansi pemerintah, baik di pusat dan daerah, ataupun organisasi tertentu yang memiliki legitimasi / pengaruh besar bagi publik.
"Sedangkan konsep propaganda untuk penyelesaian separatisme-terorisme Papua antara lain Kemhan dan Kemlu bicara di PBB dengan menyatakan bahwa wujud nyata aksi OPM sebagai separatis dan teroris," imbuhnya.
Selain itu, minta bantuan internasional menyelesaikan Papua sesuai Piagam PBB.
"Undang talkshow Al Jazeera, CNN, dll media internasional dengan pejabat Kemlu atau Kemhan. Buat video pembakaran Puskesmas, gedung SD dan pembunuhan pekerja oleh OPM. Serta kerahkan para profesor bidang kriminal dari dalam negeri dan luar negeri untuk ikut bicara mendukung pemerintah Indonesia melakukan operasi membasmi teroris di Papua," pungkasnya.
Okezone


