Daftar Anggota
  • Berita
  • Syamsuriansyah Datangi Pasutri Lumpuh di Lombok Barat, Menguatkan Harapan di Tengah Keterbatasan
Syamsuriansyah Datangi Pasutri Lumpuh di Lombok Barat, Menguatkan Harapan di Tengah Keterbatasan
Syamsuriansyah Datangi Pasutri Lumpuh di Lombok Barat, Menguatkan Harapan di Tengah Keterbatasan

Syamsuriansyah Datangi Pasutri Lumpuh di Lombok Barat, Menguatkan Harapan di Tengah Keterbatasan

Jumat 27 Februari 2026 14:35 WIB

LOMBOK BARAT – Di sebuah rumah sederhana di Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, sepasang suami istri menjalani hari-hari dalam keterbatasan fisik. Kondisi lumpuh yang mereka alami lebih dari setahun terakhir membuat aktivitas sehari-hari bergantung pada bantuan orang lain, terutama kedua anaknya.

Situasi itulah yang mendorong anggota Komisi IV DPRD Lombok Barat Dr. Syamsuriansyah turun langsung meninjau kondisi keluarga tersebut setelah menerima laporan dari warga, Rabu (25/2/2026).

Kunjungan itu bukan yang pertama. Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Lombok Barat ini sudah dua kali mendatangi kediaman pasutri itu. Pada kunjungan kedua, pria yang akrab disapa Dr. Syam ini menggandeng Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) untuk melakukan verifikasi data sekaligus memetakan kebutuhan yang mendesak.

“Alhamdulillah hasil verifikasi keluarga ini masuk data kemiskinan Desil 1. Tentu kalau sudah masuk kategori Desil 1, dia akan mendapat hak-haknya,” kata Syamsuriansyah.

Hasil verifikasi tersebut memastikan keluarga itu berhak menerima bantuan sosial. Selain kebutuhan dasar, dia mengusulkan bantuan perabot rumah tangga seperti kasur dan kursi roda, mengingat selama ini keduanya hanya tidur beralaskan tikar.

“Tadi sudah dicatat kebutuhannya apa saja, dan dinas akan segera berkoordinasi secepatnya dengan Kemensos. Karena juga akan diusulkan untuk bantuan kursi roda,” tutur Ketua DPD Partai Perindo Lombok Barat ini.

Menurutnya, potret kemiskinan dengan kondisi serupa bisa saja terjadi di wilayah lain di Lombok Barat, namun belum seluruhnya terlaporkan. Dia pun meminta Dinas Sosial lebih aktif berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar warga dengan keterbatasan fisik dapat segera teridentifikasi dan ditangani.

“Jangan sampai masyarakat kita ada yang mengalami kondisi seperti ini lagi. Ini kan sangat miris dan menyedihkan hati kita,” ungkapnya.

Selama ini, pasutri tersebut bertahan dengan dukungan dua anaknya. Anak pertama bekerja untuk memenuhi kebutuhan orang tua sekaligus keluarganya sendiri, sementara anak kedua masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Beban psikologis sang anak menjadi perhatian tersendiri. Dr. Syam memastikan dukungan terhadap pendidikan anak tersebut dengan menyiapkan beasiswa perguruan tinggi.

“Karena salah satu beban psikologi dari bapak yang (lumpuh) itu pendidikan anaknya. Alhamdulillah tadi beliau sangat senang mendengar kita janjikan beasiswa dan membuat tetap semangat,” ucapnya.

Melalui langkah itu, dia berharap kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berada dalam situasi sulit. “Di kondisi seperti ini pemerintah harus hadir,” ucapnya.