Daftar Anggota
  • Berita
  • Tak Cuma Serap Aspirasi, Harold Debeturu Bantu Perbaikan Jembatan & Rumah Ibadah
Tak Cuma Serap Aspirasi, Harold Debeturu Bantu Perbaikan Jembatan & Rumah Ibadah
Tak Cuma Serap Aspirasi, Harold Debeturu Bantu Perbaikan Jembatan & Rumah Ibadah

Tak Cuma Serap Aspirasi, Harold Debeturu Bantu Perbaikan Jembatan & Rumah Ibadah

Jumat 21 Agustus 2026 21:12 WIB

HALMAHERA UTARA - Jalan tani, infrastruktur jalan dan jembatan rusak hingga kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang masih membebani masyarakat Desa Wangongira dan Todokuiha, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada wakil rakyat saat agenda reses DPRD Halmahera Utara Masa Sidang II Tahun 2026.

Anggota DPRD Halmahera Utara dari Dapil 2 Harold Holivianus Debeturu mengatakan, berbagai keluhan tersebut akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Saya siap mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, terkhusus masyarakat Desa Wangongira. Kebutuhan yang menjadi prioritas yaitu kebutuhan air bersih dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang sudah rusak parah,” ujar Harold, Jumat (21/8/2026).

Legislator Partai Perindo ini mengungkapkan, warga Desa Wangongira menyampaikan persoalan akses jalan tani, pembangunan infrastruktur jalan desa hingga kebutuhan air bersih. Sementara di Desa Todokuiha, masyarakat mengusulkan pembangunan jalan tani sepanjang sekitar satu kilometer, jalan desa dan jembatan.

Tak hanya menampung aspirasi, Harold juga memberikan dukungan langsung dalam rangkaian reses tersebut. Di Wangongira, dia membantu material berupa semen dan pasir untuk pembangunan jembatan penghubung yang kondisinya rusak. Sementara di Todokuiha, dia memberikan bantuan Rp5 juta untuk pembangunan Gereja Jemaat Horimoi.

Harold mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, untuk pembangunan yang membutuhkan intervensi pemerintah, aspirasi warga tetap harus diperjuangkan melalui mekanisme DPRD dan disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah.

Di sisi lain, dia mengingatkan masyarakat mengenai kondisi keuangan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku secara nasional. Kondisi tersebut turut berdampak pada pelaksanaan sejumlah program pembangunan, termasuk program di tingkat desa.

“Kondisi saat ini dalam hal beranggaran terjadi efisiensi dan ini berlaku di seluruh Indonesia jadi sudah pasti banyak program terutama di desa tidak berjalan,” terang Harold.

Meski ruang anggaran terbatas, Harold mengajak masyarakat tetap optimistis dan bersama pemerintah desa mendorong agar anggaran yang tersedia diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak dan menyentuh kepentingan masyarakat.