Daftar Anggota
  • Berita
  • Tak Ingin Anak Putus Sekolah di Tengah Kesulitan Ekonomi, Aleg Perindo Hadir Bantu Belasan Pelajar di Sikka*
Tak Ingin Anak Putus Sekolah di Tengah Kesulitan Ekonomi, Aleg Perindo Hadir Bantu Belasan Pelajar di Sikka*
Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo Marthen Luther Adji

Tak Ingin Anak Putus Sekolah di Tengah Kesulitan Ekonomi, Aleg Perindo Hadir Bantu Belasan Pelajar di Sikka*

Rabu 29 Juli 2026 15:21 WIB

JAKARTA - Kesulitan memperoleh pekerjaan mulai berimbas pada kemampuan sejumlah keluarga di Kabupaten Sikka memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga membiayai pendidikan anak. Kondisi itu menjadi salah satu persoalan yang banyak ditemui Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo Marthen Luther Adji saat menyerap aspirasi masyarakat.

Marthen yang juga Sekretaris Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Sikka menilai efisiensi anggaran dari pusat ke daerah ikut mempersempit akses pekerjaan bagi masyarakat. Persoalan tersebut dia sampaikan setelah mengikuti BIMTEK 2026 Partai Perindo yang membahas berbagai materi terkait tugas anggota legislatif, termasuk fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

"Saat turun reses, kami banyak mendengarkan keluhan masyarakat menyangkut kondisi kehidupan mereka, terutama masalah kemiskinan dan ketidakberdayaan dalam menghadapi hidup. Akibat efisiensi anggaran dari pusat ke daerah, masyarakat kesulitan mendapatkan akses pekerjaan. Karena tidak punya pekerjaan, mereka kesulitan menyekolahkan anak dan tingkat ekonomi mereka tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan sehari-hari," kata Marthen, Rabu(29/7/26).

Dampak efisiensi juga dirasakan pada program yang telah dirancang melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Marthen mengatakan pembangunan lima unit rumah layak huni senilai Rp200 juta dan beasiswa bagi 10 orang senilai Rp50 juta yang diprogramkan tahun ini belum terealisasi.

"Kalau dari pemerintah, belum ada realisasi. Kebijakan efisiensi membuat pokok-pokok pikiran DPRD terpotong semua. Padahal, tahun ini saya telah memprogramkan pembangunan lima unit rumah layak huni dari pokir senilai Rp200 juta serta beasiswa bagi 10 orang senilai Rp50 juta, namun belum terealisasi sampai sekarang akibat alasan efisiensi dari pemerintah," ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Marthen menjalankan program anak asuh bagi 17 anak, terdiri atas 10 siswa SD, lima siswa SMP, dan dua siswa SMA. Biaya sekolah, seragam, dan alat tulis mereka ditanggung menggunakan gajinya sebagai anggota DPRD melalui program Perindo Peduli Kasih.

"Di tengah efisiensi ini, banyak keluarga yang tidak mampu membiayai sekolah anak mereka. Oleh karena itu, secara pribadi melalui Fraksi Partai Perindo, saya memiliki program anak asuh yang saat ini berjumlah 17 orang, 10 anak tingkat SD, 5 anak tingkat SMP, dan 2 anak tingkat SMA, yang biayanya saya tanggung. Setiap awal tahun ajaran baru, saya membayarkan uang sekolah, seragam, dan alat tulis mereka menggunakan gaji sebagai anggota DPRD, sebagai wujud nyata program Perindo Peduli Kasih," jelasnya.

Sejak dilantik sebagai anggota DPRD pada 26 Agustus 2024, Marthen juga telah membantu pemasangan listrik dan rehabilitasi rumah bagi empat kepala keluarga. Sementara di sektor kesehatan, dia menyoroti banyak warga yang disebut mencapai ribuan kepala keluarga mengalami penonaktifan kepesertaan BPJS.

Marthen menegaskan pendidikan, kesehatan, dan perumahan akan menjadi fokus pengawalan di DPRD Kabupaten Sikka, terutama di tengah keterbatasan anggaran yang berdampak langsung pada masyarakat. Di sektor kesehatan, dia mendorong pemerintah daerah menyiapkan dana cadangan agar warga yang kepesertaan BPJS-nya dinonaktifkan tetap memiliki akses pengobatan tanpa harus menanggung biaya secara mandiri.