TGB: Merawat Demokrasi Perlu Perjumpaan untuk Kolaborasi
Senin 06 Desember 2022 06:54 WIBSURABAYA - Keberagaman di Indonesia sudah teruji oleh waktu untuk bisa menjadi khasanah kebangsaan. Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia sudah pada level “fitri” yang bisa terus dirawat.
Demikian diutarakan Ketua Nahdlatul Wathan Dr Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, Lc, MA saat menghadiri Diskusi Ilmiah Menggali Mutiara Para Bijak Bestari untuk Memperkokoh Persatuan Bangsa di Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Senin (5/12/2022).
“Namun sesuatu yang sudah ada tetap harus dijaga. Kita sudah memiliki pengalaman untuk merawatnya. Jadi persaudaraan itu harus dirawat, biar tidak pecah,” kata TGB, panggilan akrabnya.
Menurut TGB, perlu adanya perjumpaan yang dilakukan secara rutin. Sehingga segala perbedaan bisa dilakukan pembahasan. Dari beragam perbedaan bisa dibicarakan tentang persatuan dan kerukunan.
“Kita juga sering berhadapan dengan agenda demokrasi yang sering menyebabkan kerukunan itu terganggu. Karena adanya perbedaan pilihan, cara pandang dan itu membuat persahabatan dan persaudaraan jadi rusak,” bebernya.
Oleh karena itu, kata TGB, untuk mengantisipasi hal tersebut perlu adanya perjumpaan. Adanya perjumpaan ini bisa diisi dengan ragam perspektif.
“Kita sama-sama menjaga dan sama-sama menghadirkan persaudaraan yang otentik sebagai anak bangsa,” ucapnya.
Dia juga menjelaskan, selama ini kita selalu berbicara tentang toleransi dan kerukunan, terkadang kalau beberapa pihak hanya berhenti di toleransi dan kerukukan, masing-masing pihak mngklaim paling toleran. “Jadi tidak hanya berhenti di kata toleran saja, tapi lebih dari itu, yakni kerjasama,” tegasnya.
Selain saling menghormati, kita juga melakukan upaya kerjasama. Sehingga ada kepedulian yang dilakukan di berbagai tempat.
“Jadi ada toleransi dan juga kerjasama yang baik,” pungkasnya.
Okezone


