Daftar Anggota
  • Berita
  • TGB Sebut Keagamaan dan Kebangsaan Tak Dapat Dipisahkan
TGB Sebut Keagamaan dan Kebangsaan Tak Dapat Dipisahkan
Ketua Umum NWDI TGB HM Zainul Majdi saat pelantikan pengurus daerah NWDI seluruh DKI Jakarta, Minggu (2/10/2022).

TGB Sebut Keagamaan dan Kebangsaan Tak Dapat Dipisahkan

Minggu 02 Oktober 2022 17:08 WIB

JAKARTA - Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Tuan Guru Bajang ( TGB) HM Zainul Majdi mengatakan bahwa keagamaan dan kebangsaan memiliki keterkaitan.

Menurutnya, Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) merupakan organisasi Islam yang bergerak dalam dua hal tersebut.

"NWDI merupakan gerakan keagamaan dan kebangsaan," kata TGB saat menghadiri pelantikan pengurus daerah NWDI seluruh DKI Jakarta, Minggu (2/10/2022).

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Antara keagaman dan kebangsaan, kata TGB, harus disebut dalam satu tarikan napas yang sama.

Ketua Umum NWDI itu mengatakan, ketika seseorang beragama yang baik, maka dia juga merupakan warga negara yang baik. Begitu pun sebaliknya.

"Dua hal yang disebut dalam satu tarikan napas yang sama yaitu antara keislaman dan kebangsaan," katanya.

"Berislamiyah yang baik di negara ini juga berarti warga negara yang baik, demikian juga menjaga Indonesia merupakan menjaga agama," katanya.

Karena itu, TGB berharap kepada para pengurus yang baru saja dilantik untuk menjaga NWDI sebagai salah satu jalan untuk menjaga agama.

"Tidak boleh lepas dari pikiran kita, dari semangat hati kita bahwa kita menjaga NWDI sebagai menjaga agama," katanya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

TGB juga meminta kepada para pengurus NWDI agar dapat meneruskan dan menjaga jejak para ulama terdahulu.

"Semua pengurus NWDI mari kita jaga dan rawat jejak-jejak ulama serta para habaib," ucapnya.

"Kita harus ingat bahwa semua tempat di Republik ini ada jejak ulama. Demikian di tanah Jakarta, jejak ulama dan habaib itu luar biasa, membentuk, menjaga, dan merawat agama Islam," katanya.

SINDOnews.com