Tiga Alasan Mantan Ketua Kadin Medan Gabung Partai Perindo
Senin 25 Juli 2022 07:15 WIBJAKARTA - Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Medan Rudi Zulham Hasibuan menjadi orang nomor satu di Partai Perindo Sumatera Utara (Sumut) sejak 2015 lalu.
Kesamaan latar belakang dengan Ketua Umum Harry Tanoesoedibjo (HT) menjadi salah satu alasan mengapa Rudi masuk parpol dan memilih Perindo.
Dalam Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia, Rudi menyebut setidaknya ada tiga alasan mengapa dia bergabung dengan Partai Perindo.
"Pertama tentu sosok ketua umum kita, Bapak Hary Tanoesoedibjo (HT). Saya melihat beliau sosok yang sukses, di dunia usaha juga. Tadinya saya di dunia usaha, begitu lihat Pak Hary Tanoe," kata Rudi dalam talk show yang disiarkan langsung YouTube Partai Perindo, Minggu (24/7/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Sebagai pengusaha sukses, jelas dia, HT sebenarnya sudah selesai untuk bisa melakukan banyak hal.
Namun, keinginan untuk membawa perubahan, membawa HT memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan mendirikan parpol.
"Kita melihat, untuk diri sendiri saja sudah selesai sebenarnya. Tapi beliau masih memikirkan bagaimana memajukan Indonesia. Nah, ini kan merupakan sebuah sosok yang sangat nasionalis. Jadi saya tertarik dengan tokoh Pak HT," jelas dia.
Kedua, jelas Rudi, slogan partai membuat keyakinan nya semakin kuat untuk bergabung dengan Partai Perindo.
Ditegaskannya, Partai Perindo bisa mengubah pandangan banyak orang terhadap partai.
"Setelah saya pelajari dulu, Partai Perindo ini slogannya itu 'Partai Baru, Cara Baru Berpartai.' Nah ini sangat menarik," beber dia.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
"Image masyarakat terhadap partai itu, dalam tanda kutip, cukup buruk ya. Sangat dijauhi dan saya mengalami sendiri. Pada saat saya rapat pengurus Kadin, semua pengurus Kadin saya tidak setuju saya masuk menjadi ketua partai politik," lanjut Rudi.
"Malah mereka bilang 'Bang, Abang mau jadi ketua partai? Kami lebih bangga Abang menjadi ketua Kadin Medan daripada menjadi ketua partai politik.' sampai seperti itu. Karena ini cara baru berpartai tadi, tentu ini sesuatu yang berbeda," tambah dia.
Ketiga, lanjut dia, tujuan Partai Perindo semakin membuat dirinya yakin dengan putusannya itu.
Mewujudkan Indonesia, menjadi modal kuat Rudi untuk bisa bergabung, bersama -sama mewujudkan cita-cita itu.
"Tujuan Partai Perindo sendiri. Saya melihat cita-cita mulia Pak Hary Tanoesoedibjo ingin, melalui Partai Perindo mewujudkan Indonesia sejahtera. Tentu ini juga harapan masyarakat Indonesia untuk bisa sejahtera. Bagaimana dalam tujuan kemerdekaan adil makmur itu ya tentunya sejahtera," tegas dia.
Lebih jauh dirinya mengaku hanya siap bergabung jika menjadi orang nomor satu di DPW. Ada alasan tersendiri mengapa dia hanya ingin menjadi ketua DPW.
"Waktu pertama kali ditelepon tim medianya Pak Hary di Medan, saya juga tidak nanya yang lain. Saya hanya nanya 'Itu untuk ketua Medan atau Ketua Sumut?' karena kalau ketua Medan, saya nggak mau. Masih ada jenjang. Saya bilang 'kalau untuk Ketua Sumut, saya nggak pikir panjang, langsung terima," beber dia.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur Ketum, Pak Hary Tanoesoedibjo dia memberikan amanahnya kepada saya. Pada tanggal 15 Pebruari 2014 saya mendapat mandat, kemudian pada 5 Juni 2015, kita dilantik menjadi ketua DPW Partai Perindo Sumatera Utara, bersama DPD se-Sumatera Utara.
Ini tentu betapa beruntungnya saya karena turut serta mencetak sejarah lahirnya Partai Perindo di Sumatera Utara," lanjut Rudi.
SINDOnews.com


