Daftar Anggota
  • Berita
  • Tragedi Kanjuruhan Jangan Berhenti di Tagar Berduka, tapi Harus Diusut Tuntas
Tragedi Kanjuruhan Jangan Berhenti di Tagar Berduka, tapi Harus Diusut Tuntas
Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta, Effendi Syahputra, dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Kamis (6/10/2022).

Tragedi Kanjuruhan Jangan Berhenti di Tagar Berduka, tapi Harus Diusut Tuntas

Kamis 06 Oktober 2022 20:14 WIB

JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mendesak agar semua pihak yang bertanggung jawab, mengusut tuntas peristiwa tragedi Kanjuruhan.

Diketahui, kasus tragis wafatnya 131 pendukung Arema terjadi Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Partai Perindo menilai, tragedi ini menjadi hal yang memalukan dalam gelaran olahraga sepak bola Indonesia di mata dunia.

Demikian disampaikan oleh Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta, Effendi Syahputra, saat mengucapkan bela sungkawa atas hilangnya ratusan jiwa pecinta sepak bola di Kota Apel tersebut.

Menurut Effendi, ironisnya di era modern serba digitalisasi ini, peristiwa tersebut malah terjadi di Indonesia.

"Untuk itu, kami berharap pengusutan tuntas atas kelalaian yang menimbulkan korban hingga ratusan jiwa tersebut. Jadi jangan berhenti di Tagar berduka saja, tetapi harus diusut siapa sebenarnya yang bersalah," jelas Effendi dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Kamis (6/10/2022).

Effendi juga mengulas, peristiwa berdarah yang menimbulkan korban di stadion sepak bola, terakhir terjadi di Peru pada beberapa dekade yang lalu.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Ia pun menyayangkan tragedi serupa justru terjadi di masa teknologi dan globalisasi seperti saat ini di bumi Nusantara.

"Yang terbesar itu di Peru tahun 1960-an, ini di zaman digitalisasi dimana informasi dan peristiwa sudah terekam dengan baik, kenapa malah terulang kembali di Indonesia? Itu miris banget dan memalukan buat saya. Jadi, Indonesia itu juara dunianya bukan di Lapangan, tapi di tragedinya," ujar Effendi.

Sebelumnya, Ketua Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Pemuda Perindo, Dody Toisuta juga turut berbelasungkawa atas meninggalnya ratusan suporter sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 1 Oktober 2022.

Peristiwa tersebut sangat memilukan bagi dunia sepak bola Tanah Air. Dody mengatakan, perlu banyak perhatian terhadap pelaksanaan liga sepak bola Tanah Air.

Perhatian dalam bentuk perbaikan di beberapa sektor yang dianggap kurang dengan merujuk peraturan yang berlaku di dunia internasional standar FIFA.

"Perlu adanya mempelajari literasi-literasi yang ada di FIFA, mengenai sistem pengamanan dan sistem acara yang sesuai dengan standar FIFA," ujarnya.

Untuk diketahui, podcast aksi nyata Perindo yang bertajuk "Tragedi di Stadion Kanjuruhan" tersebut digawangi oleh pembawa acara Laras Tahira.

Tayangan podcast itu dapat disaksikan melalui layanan daring di Instagram Partai Perindo, RCTI+, Okezone, Sindonews.com, iNews.id, YouTube, Facebook, Twitter dan Website.

SINDOnews.com