Tren Belanja Online, Pembayaran E-wallet Meroket Jadi 65%
Selasa 11 Januari 2022 13:39 WIBJAKARTA - Minat masyarakat belanja online kian meningkat, terlebih sejak adanya pendemi Covid-19 di Indonesia. Tercatat peningkatan transaksi belanja online selama pandemi.
"Di masa pandemi, konsumen lebih banyak menyukai transaksi pembayaran melalui e-wallet. Di tahun 2020 itu hanya 59%, sedangkan 2021 meningkat menjadj 65%," terang Wasekjen DPP Partai Perindo Bidang UMKM Hengky Eko Sriyantono dalam webinar Partai Perindo, Jumat (7/1/2022) lalu.
BACA JUGA: Pengamat: Inflasi Energi dan Pangan Jadi Tantangan di 2022
Artinya, kata Hengky, pembayaran melalui e-wallet tengah digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, sistem pembayaran lain menjadi mengalami penurunan.
Seperti pembayaran melalui virtual account, pada 2021 merosot menjadi 25%. Padahal pada 2020 meningkat 30%. Kemudian, pembayaran melalui metode cash on delivery (COD), juga turut mengalami penurunan menjadi 29% pada 2021, padahal pada 2020 meningkat 25%.
"Dilihat dari pembayaran mobile banking, juga mengalami penurunan yang tadinya 23%, pada 2021 menjadi 19%," papar dia.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Sedangkan pembayaran pada bank mobile wallet, mengalami peningkatan 25% pada 2021. Padahal sebelumnya pada 2020 hanya 19%. Sementara metode dengan internet banking menurun menjadi 14% dari 19%.
"Dari perubahan tersebut, dapat disimpulkan ternyata transaksi melalui e-wallet dan bank mobile wallet di masa pandemi mengalami peningkatan yang signifikan," jelas Hengky.
BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo
Dia menambahkan, dari data yang diperoleh, ternyata market place Shopee menjadi market place yang paling banyak digunakan oleh UMKM Indonesia. Tingkat persentasenya yakni 82%.
Okezone


