Turun Data Dampak Gempa, Hima Domi Antonius Dorong Percepatan Penanganan Warga Manggarai
Selasa 18 Agustus 2026 14:29 WIBMANGGARAI - Pendataan kondisi warga dan rumah terdampak menjadi langkah penting setelah gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Di sejumlah kelurahan di Kecamatan Langke Rembong, warga mulai didata untuk memetakan tingkat kerusakan sekaligus kebutuhan penanganan pascabencana.
Pada Minggu (16/8/2026), proses tersebut turut dipantau langsung Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Manggarai Hima Domi Antonius. Dia menemui warga dan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk melihat kondisi di lapangan, sekaligus membantu pendataan rumah yang mengalami kerusakan.
Di Kelurahan Satar Tacik, Domi berkoordinasi untuk mengetahui jumlah warga terdampak dan tingkat kerusakan bangunan. Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan laporan sehingga penanganan dan pemulihan warga dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
“Pemerintah Kabupaten Manggarai perlu segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan bencana ini dapat dilakukan secara maksimal,” kata Domi yang duduk di Komisi C DPRD Kabupaten Manggarai.
Berdasarkan pendataan awal, dampak gempa dirasakan warga di Kelurahan Tenda, Satar Tacik, Carep, Laci Carep dan Compang Carep. Ratusan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat.
Kerusakan sementara didominasi bangunan rumah warga. Sementara kondisi fasilitas umum, termasuk sekolah, masih dalam proses pendataan sehingga belum dapat dipastikan secara keseluruhan.
Untuk melengkapi pendataan, Domi melibatkan para ketua RT di masing-masing wilayah serta para Ketua Kelompok Basis Gereja (KBG). Koordinasi juga dilakukan dengan pihak gereja dan pastor paroki untuk memastikan warga terdampak dapat terdata secara menyeluruh.
Menurut Domi, pendataan yang lengkap dan laporan yang diperbarui secara berkala penting untuk mendukung proses penanganan hingga pemulihan pascabencana.
“Bencana ini membutuhkan perhatian serius. Pemerintah daerah perlu menyampaikan laporan secara intensif dan detail kepada pemerintah pusat sehingga para korban segera mendapatkan penanganan dan bangunan yang rusak dapat segera direkonstruksi,” tuturnya.
Selain terlibat dalam pendataan, Domi akan berupaya memberikan bantuan secara pribadi kepada warga terdampak. Dia pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan mengingat gempa susulan masih berpotensi terjadi.
Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah, mantan Kasat Intelkam Polres Manggarai Timur ini meminta agar tidak memaksakan diri untuk kembali menempati bangunan tersebut.
“Jangan panik, tetapi tetap waspada. Jika kondisi rumah sudah rusak parah, jangan ditempati dulu. Lebih baik tinggal di tenda atau tempat aman yang sudah disediakan untuk menghindari risiko,” ungkapnya.


