Daftar Anggota
  • Berita
  • Upaya Partai Perindo Cegah Polarisasi pada Pemilu 2024
Upaya Partai Perindo Cegah Polarisasi pada Pemilu 2024
Koordinator Juru Bicara Nasional Partai Perindo, Heri Budianto menjadi salah satu narasumber dalam Webinar Partai Perindo

Upaya Partai Perindo Cegah Polarisasi pada Pemilu 2024

Jumat 01 Juli 2022 18:05 WIB

JAKARTA - Koordinator Juru Bicara Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Heri Budianto angkat bicara soal upaya menghindari politik identitas dan penyebaran hoax di Pemilu 2024 dalam webinar digelar Partai Perindo.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Herbud itu menyatakan, partai politik (parpol) harus taat pada etika politik.

"Kita tidak bicara hanya menang dan menang, tapi kita juga harus membangun etika politik. Bagaimana etika politik ini dikedepankan untuk membangun kultur politik yang baik," kata Herbud, Jumat (1/7/2022).

"Karena kita adalah bangsa yang berbudaya, kita harus mengedepankan itu," katanya.

Herbud melanjutkan, Partai Perindo juga menyampaikan bahwa literasi politik penting untuk diterapkan.

Dengan begitu, secara tidak langsung parpol memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

"Karena kalau kita hanya bicara menang dan menang, bicara kekuasaan, maka kita akan mengabaikan tanggung jawab kita memberikan pendidikan politik."

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

"Kalau parpol memiliki tanggung jawab untuk membangun literasi politik dengan baik saya yakin nanti narasi politik dan politik identitas itu akan hilang dengan sendirinya," katanya.

Untuk menghindari polarisasi pada Pemilu 2024 juga bisa melalui kampanye damai. Herbud menyatakan, parpol harus sungguh-sungguh menerapkan hal tersebut, bukan sekadar slogan.

Selanjutnya, melalui literasi media. Dengan kecakapan literasi media, Herbud berharap masyarakat akan mampu membedakan mana berita hoax dan bukan.

"Jadi hoax itu bisa ditangkal dengan kemampuan literasi media yang baik pada masyarakat," ucapnya.

SINDOnews.com