Viral Sampah Menggunung di Bali, Yerry Tawalujan: Gunakan Konsep Smart City
Senin 07 Agustus 2023 14:41 WIBBALI - Gunungan sampah raksasa setinggi 50 meter di Buleleng, Bali viral di media sosial setelah di posting oleh pegiat lingkungan dari Prancis.
Seperti diberitakan, aktivis lingkungan dari Sungai Watch, Gary Benchegib, mengunggah video yang menayangkan adanya gunungan sampah plastik yang terletak di Dusun Kajanan, Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan mengatakan di era keterbukaan informasi digital dengan penyebaran berita yang sangat cepat, pemerintah dan masyarakat tidak boleh kalah langkah. Apalagi terlambat dalam melakukan pembenahan penataan wilayah. Termasuk penataan masalah sampah.
"Ini era open information, sulit untuk menutupi ketidak kesempurnaan atau kelalaian jika beritanya sudah viral di media sosial. Ini menuntut pemerintah di semua provinsi, bukan hanya Bali, untuk tidak kalah cepat membenahi masalah-masalah di daerahnya. Termasuk masalah sampah. Salah satu cara yang dapat dipakai adalah menggunakan konsep smart city," ujar Yerry dalam keterangannya, Senin (7/8/2023).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Salah satu konsep smart city, lanjut Yerry, adalah smart management atau tata kelola kota yang cerdas dengan penggunaan smart technology.
Penggunaan teknologi cerdas dapat dilakukan dengan penempatan kamera-kamera pengawas di setiap titik strategis untuk pemantauan. Lebih baik lagi jika dilengkapi drone berkamera untuk pemantauan vertikal. Semua rekaman kamera pemantau itu dianalisa di ruang kendali smart city.
Setelah itu ada aplikasi cerdas yang akan menyalurkan informasi dari ruang kendali yang menginformasikan daerah mana yang sampahnya bertumpuk, dimana titik macet, dimana terjadi tindak kriminal, dan sebagainya.
Penggunaan teknologi cerdas kemudian didukung dengan tenaga kerja dan aparat pemerintah cerdas. Harus ada petugas-petugas lapangan khusus untuk angkat sampah, bersihkan pantai, bersihkan sungai dan selokan, dan seterusnya.
Masing-masing tenaga kerja itu dilengkapi dengan aplikasi cerdas yang akan mengarahkan ke mana mereka harus bekerja.
"Jika konsep smart city atau kota cerdas ini digunakan, pasti pemerintah akan lebih cepat tanggap tanggulangi sampah dan masalah kota lainnya," pungkas Yerry.
Okezone


