Waketum Partai Perindo Sebut Peran Pesantren dan Santri Dibutuhkan dalam Percepatan Pembangunan
Jumat 22 Oktober 2021 16:47 WIBJAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Perindo Syafril Nasution menyebut pesantren dan santri dapat berperan dalam upaya pembangunan dan percepatan ekonomi.
Untuk merealisasikannya, bisa dimulai mengembangkan agribisnis, usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga koperasi.
Syafril memaparkan, beragam contoh di atas tidaklah membutuhkan modal yang besar. Hal itu dituturkannya saat membuka webinar bertajuk 'Peran Santri dan Pesantren dalam Pembangunan Ekonomi Nasional', Jumat (22/10/2021).
"Ada beberapa hal yang bisa dikembangkan oleh pesantren dan santri, seperti mengembangkan koperasi, UMKM, agribisnis, peternakan, perkebunan dan sebagainya,” kata Syafril Nasution saat membuka webinar bertajuk 'Peran Santri dan Pesantren dalam Pembangunan Ekonomi Nasional', yang dilaksanakan Partai Perindo, Jumat (22/10/2021).
Di era digital ini pesantren dan santri bisa mengembangkan ekonomi kreatif yang mempunyai nilai tambah luar biasa dengan modal tidak terlalu besar.
Namun hal itu bisalah tercapai juga tidak dengan cara mudah, melainkan membutuhkan tiga aspek. Antara lain skill, talenta, dan keseriusan.
"Peran santri dan pesantren sangat dibutuhkan dalam berbagai upaya percepatan dan pembangunan ekonomi, mewujudkan Indonesia sejahtera," tuturnya.
Dalam kesempatan ini, Syafril juga menyinggung peran dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari.
Dia menjelaskan, dalam upaya mengusir kolonialisme Belanda, Kiai Hasyim mengeluarkan sebuah fatwa resolusi jihad.
"Fatwa ini berisi kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia untuk melawan pasukan kolonial yang masih ada," katanya.
Meskipun tidak lagi berhadapan dengan penjajah, Syafril mengajak para santri untuk bisa mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Adapun caranya bisa dengan cara meningkatkan produktivitas diri, membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan meningkatkan kesejateraan masyarakat.
Indonesia bisa maju tentu dengan terus menerus meningkatkan kualitas diri, produktivitas, menciptakan pengusaha baru, membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan meningkatkan kesejateraan masyarakat di Tanah Air yang kita cintai ini.
“Setelah 76 tahun lalu, para santri harus berada di barisan terdepan dalam pembangunan Indonesia," ungkapnya.


