Wakil Ketua DPRD Rote Ndao dari Partai Perindo Bersemangat Layani Keluhkesah Warga
Rabu 22 September 2021 11:48 WIBROTE NDAO - Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur dari Partai Perindo Paulus Henuk mendapatkan berbagai pertanyaan dan masukan dari masyarakat Desa Busalangga Barat, Kecamatan Rote Barat Laut, Senin, (20/9/2021).
Namun begitu, Paulus Henuk tampak bersemangat menjawab pertanyaan dan keluhkesah masyarakat Desa Busalangga Barat secara seksama.
Politisi Partai Perindo yang getol menyuarakan aspirasi masyarakat ini mengatakan sebagai wakil rakyat dirinya mempunyai tanggungjawab menerima masukan atau aspirasi masyarakat agar dapat diperjuangkan di lembaga DPRD.
“Reses di titik yang ketiga ini untuk menyerap aspirasi baik usulan, keluhan, masukan dan saran dari bapak, mama, kakak adik semua,” ujar Wakil Ketua DPRD Rote Ndao itu.
BACA JUGA: Rumah Warga Retak Diduga Akibat Proyek Listrik, Politisi Partai Perindo Karo Angkat Bicara
Dijelaskannya setiap reses pihaknya diberikan anggaran sebanyak Rp17 juta, namun karena situasi Covid-19 dana tersebut digunakan dirinya menyumbangkan langsung ke Gereja-Gereja agar lebih bermanfaat.
Segudang Persoalan
Dalam diskusi dan dengar pendapat tersebut, warga Desa Busalangga Barat mengeluhkan masalah pupuk bersubsidi yang tak kunjung didapatkan meskipun masyarakat telah menyetor uangnya.
Persoalan lain yang disinggung warga juga soal pasokan air PDAM tidak mencapai lokasi meskipun ada jaringan pipanisasi.
Termasuk penerangan listrik yang belum mencapai beberapa Dusun di Desa Busalangga Barat.
Masalah peternakan juga diungkit, di mana peternak mengaku kekurangan stok pakan ternak dan belum mendapat bantuan dari pemerintah daerah.
Selain itu, masyarakat juga mengangkat persoalan pertanian dan perikanan dalam hal ini budidaya ikan air tawar.
“Postur APBD kita hanya Rp30 miliar, itu artinya kita baru menghasilkan uang 3-4 persen. Jadi jangan sampai ada isu-isu kenapa di sana dapat di sini tidak dapat karena semuanya tergantung dari pusat,” jelasnya.
Sementara Selfiana Sipa-Hilli salah seorang warga mempertanyakan bantuan dana dan material bangunan bagi korban Badai Seroja yang terjadi pada April 2021 lalu.
Dirinya mengungkapkan semua rumah milik warga di Desa Busalangga Barat baik rusak ringan maupun berat yang telah didata oleh dinas terkait hingga saat ini belum mendapat kejelasan bantuan.
“Pertanyaan saya terkait bantuan Badai Seroja sudah sejauh mana. Bukankah yang rusak berat harus diperhatikan terlebih dahulu,” ujar ibu 4 orang anak ini.
Paulus Henuk menjelaskan bantuan untuk korban Badai Seroja sudah dua kali berjalan dan diberikan kepada masyarakat.
“Bantuan untuk korban Badai Seroja sudah jalan sebenarnya. Ada sembako, ada seng tapi sampai di lapangan dipelintir bantuannya itu,” ujar Paulus Henuk.
Gargantt


