Webinar Partai Perindo: Susno Duadji Sebut Polri Perlu Diawasi Ketat Agar Tak Salahgunakan Kekuasaan
Jumat 21 Oktober 2022 17:22 WIBJAKARTA - Sejumlah kasus pidana yang terjadi di tubuh Polri akhir-akhir ini, menjadi 'tsunami' bagi rakyat Indonesia. Sehingga tidak aneh jika muncul protes sekaligus percayaan terhadap lembaga tersebut.
Sebagai organisasi yang besar, dengan anggaran yang mencapai triliunan, Polri sudah sepantasnya mendapat pengawasan. Rakyat, adalah salah satu yang dinilai harus memiliki keleluasan dalam melakukan pengawasan itu.
“420 ribu orang, luar biasa jumlah personilnya. Kemudian dipersenjatai, mengelola anggaran yang sangat besar, puluhan triliun dan apa yang dilakukan Polri pasti bersentuhan dengan rakyat, pasti bersentuhan dengan Hak Asasi Manusia. Polri yang demikian besar kekuasaannya, tanpa diawasi oleh rakyat maka cenderung untuk menyalahgunakan kekuasaan,” kata Mantan Kabareskrim Polri Komjen (purn) Susno Duadji dalam Webinar Mingguan Partai Perindo dengan tema ‘Bersih-bersih di Tubuh Polri: Upaya Membangun Polri Berwibawa dan Dicintai Rakyat,’ Jumat (21/10/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Susno menilai, kasus-kasus yang terjadi di tubuh Polri akhir-akhir ini, menjadi tsunami bagi rakyat Indonesia. Lembaga yang seharusnya sebagai garda terdepan dalam melawan melanggar hukum, justru melakukan hal yang sebaliknya.
“Mengawasi, menangkap, menyelidik, menyidik pelaku narkoba, barang buktinya harus diamankan. Tetapi dia sendiri yang menyalahgunakan narkoba. Lebih celaka lagi, polisinya polisi, Propam, yang dia harus menertibkan polisi, yang dia harus mengawasi perilaku polisi, tapi Propam-nya sendiri, justru pimpinan Propam-nya sendiri yang terlibat dalam pembunuhan berencana. Nah ini Tsunami bagi rakyat Indonesia. Dan banyak sekali protes. Tetapi ini menunjukan kebencian rakyat kepada Polri. Tapi menunjukkan kecintaan,” jelas dia.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Lebih jauh Susno menyebutkan, masyarakat Indonesia menghendaki kepolisian yang humanis dan yang bisa dipercaya. Sebaliknya, masyarakat tidak menghendaki kepolisian yang bersikap hedon di tengah rakyat yang kesulitan. (Masyarakat menghendaki) Kepolisian yang tidak terlalu represif, kepolisian yang tidak merekayasa perkara. Kalau sekarang kan kita melihat, merekayasa perkara dan sebagainya,” beber dia.
Okezone


