Welhelm Kurnala Soroti Pengelolaan PAD Maluku, Dorong Inovasi dan Optimalisasi Aset
Kamis 23 April 2026 16:28 WIBAMBON - DPRD Provinsi Maluku menyoroti pentingnya pembenahan menyeluruh dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal perlunya penguatan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPRD Provinsi Maluku Welhelm Kurnala menilai penurunan PAD tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa karena berkaitan langsung dengan kinerja pengelolaan potensi daerah.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat pembahasan LPJ Pemerintah Provinsi Maluku Tahun Anggaran 2025. "Kalau pendapatan daerah menurun, berarti kita bicara soal kinerja. Ini harus dievaluasi secara menyeluruh,” ujar politisi yang duduk di Komisi IV DPRD Maluku ini, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah perlu melangkah lebih jauh dari sekadar pemenuhan administratif dengan mengurai akar persoalan secara komprehensif. Penguatan inovasi, peningkatan pengawasan, serta optimalisasi sumber-sumber pendapatan dinilai menjadi langkah mendesak.
Ketua DPW Partai Perindo Maluku ini juga mendorong evaluasi terhadap OPD penghasil PAD agar pengelolaannya lebih terukur dan berdampak.
Selain itu, pemanfaatan aset daerah dinilai masih menyimpan potensi besar yang belum tergarap optimal. Penataan dan pengelolaan yang lebih profesional diyakini dapat meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Salah satu yang disorot adalah pengelolaan Pasar Mardika. Welhelm menilai kinerja Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di kawasan tersebut masih perlu diperkuat agar memberikan kontribusi nyata.
“Jika UPTD tidak mampu menghadirkan studi kelayakan atau target pendapatan yang jelas, maka perlu melibatkan pihak ketiga agar pengelolaannya lebih profesional,” tutur Welhelm.
Dia juga mendorong optimalisasi sektor strategis, termasuk proyek Blok Masela dan investasi lainnya, agar berdampak langsung pada peningkatan PAD. Tanpa pembenahan yang terarah, tren penurunan PAD dinilainya berpotensi berlanjut.
Sebaliknya, langkah perbaikan yang konsisten diyakini Welhelm dapat memperkuat kapasitas daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.


