Yulius Aho Gagas Warkop Perindo di Pontianak, Ciptakan Ruang Pemasaran Produk Lokal
Senin 03 Agustus 2026 14:04 WIBPONTIANAK - Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2023, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatatkan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap perputaran ekonomi nasional, namun keterbatasan akses pasar kerap menghambat pertumbuhan komoditas daerah.
Merespons persoalan tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Kalimantan Barat meresmikan Warung Kopi Perindo di pusat Kota Pontianak sebagai ruang penggerak ekonomi kerakyatan.
Kehadiran warkop tersebut diproyeksikan menjadi wadah kolaborasi langsung untuk memperkuat daya saing dan serapan produk usaha kecil.
Ketua DPW Partai Perindo Kalimantan Barat Yulius Aho menjelaskan, inisiatif tersebut merupakan langkah nyata untuk mewujudkan visi memajukan sektor UMKM secara berkelanjutan.
"Ke depannya, kami akan memfokuskan pengembangan UMKM ini melalui ekosistem Warkop Perindo secara merata di seluruh daerah dan kabupaten/kota di Kalimantan Barat," kata Yulius saat dihubungi, Senin (3/8/26).
Perluasan ekosistem itu dinilai krusial agar dampak positif dari perputaran ekonomi dapat dirasakan hingga ke tingkat akar rumput. Pengurus partai di setiap wilayah kini dituntut untuk bergerak aktif memetakan peluang usaha komoditas lokal.
Yulius menjadikan optimalisasi potensi lokal sebagai instrumen utama dalam merancang arah kebijakan partainya di daerah. "Guna merealisasikan hal tersebut, saya juga telah menginstruksikan seluruh jajaran Ketua DPD untuk mengoptimalkan ruang-ruang ekonomi dan potensi daerahnya masing-masing," ujarnya.
Selain memfasilitasi pelaku usaha kecil, penguatan ekonomi kerakyatan ini menyentuh sektor hulu dengan melibatkan para petani lokal. Langkah ini ditempuh guna memastikan rantai pasok komoditas pertanian daerah tidak terputus dan memiliki kepastian pembeli.
Keterlibatan kelompok tani menjadi prioritas agar tercipta siklus ekonomi yang saling menguntungkan.
"Kami membangun kolaborasi strategis dengan para petani lokal guna memastikan hasil pertanian mereka terserap dengan baik, dan Warkop Perindo hadir sebagai ruang untuk memasarkan produk-produk tersebut secara optimal," tegasnya.
Masyarakat setempat menyambut positif model pemberdayaan terintegrasi yang digagas melalui ruang interaksi sosial tersebut. Pendekatan dari hulu ke hilir ini diharapkan terus berlanjut demi memperkuat kemandirian finansial warga sekaligus mempererat harmoni sosial.


