Daftar Anggota
  • Berita
  • Dewan Perindo Jombang Sebut Dua Perumda Tak Sehat Kelola Pendapatan
Dewan Perindo Jombang Sebut Dua Perumda Tak Sehat Kelola Pendapatan

Dewan Perindo Jombang Sebut Dua Perumda Tak Sehat Kelola Pendapatan

Rabu 25 Agustus 2021 13:15 WIB

JOMBANG - Minimnya pendapatan asli daerah disetor dua Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menjadi sorotan sejumlah fraksi DPRD Jombang.

Wakil rakyat menilai dua Perumda yakni Aneka Usaha Seger dan Perkebunan Panglungan tidak sehat dalam mengelola perusahaan dan harus dilakukan audit keuangan.

Sekretaris Fraksi PKS-Perindo Achmad Tohari pun menyoroti penghasilan dua Perumda tersebut. Pasalnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dua Perumda itu bisa lebih daripada yang didapatkan saat ini.

"PAD Aneka Usaha Seger disampaikan hanya Rp29 juta tahun kemarin. Panglungan malah tidak memberikan kontribusi apapun," ujar Tohari kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Dikatakannya Perumda Perkebunan Panglungan mempunyai lahan seluas kurang lebih 95 hektare dan apabila lahan itu dikelola dengan baik tentu akan menghasilan PAD yang besar.

Sedangkan, Perumda Aneka Usaha Seger mempunyai beberapa kegiatan usaha seperti klinik, laboratorium, dan percetakan yang hanya bisa menghasilkan Rp29 juta pertahun.

"Saya rasa dua Perumda ini kurang sehat," kata Ketua DPD Perindo Jombang tersebut.

BACA JUGA: Perindo Soroti Kekosongan Sejumlah Kursi Jabatan Kadis di Pemkab Jombang

Bahkan, Tohari mengungkapkan beberapa waktu lalu terdapat pihak ketiga yang ingin menyewa lahan Perkebunan Panglungan dengan membayar Rp300 juta pertahun.

"Itu lebih menguntungkan dibandingkan sekarang yang justru tidak memberikan kontribusi apapun dan menghasilkan PAD. Mending disewakan saja," tegas anggota DPRD Jombang dari Perindo tersebut.

Hal senada juga disampaikan Kartiyono. Wakil Ketua Fraksi PKB Jombang itu mengungkapkan BUMD di Jombang masih belum dimaksimalkan untuk menyetor PAD, terutama Perumda Perkebunan Panglungan dan Aneka Usaha Seger.

"Padahal kita mempunyai banyak potensi baik SDM maupun SDA," katanya.