Daftar Anggota
  • Berita
  • Hari Kesaktian Pancasila, Waketum Pemuda Perindo: Pancasila Harga Mati!
Hari Kesaktian Pancasila, Waketum Pemuda Perindo: Pancasila Harga Mati!
Wakil Ketua Umum DPP Pemuda Perindo Benhauser Manik

Hari Kesaktian Pancasila, Waketum Pemuda Perindo: Pancasila Harga Mati!

Jumat 01 Oktober 2021 21:27 WIB

JAKARTA - Pemuda Perindo menyebutkan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober merupakan sejarah kelam yang tidak boleh dilupakan generasi penerus bangsa untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S)-PKI.

"(Hari ini) Kita kembali mengenang perjuangan para pahlawan revolusi yang telah gugur demi memperjuangkan persatuan dan kesatuan Indonesia," kata Wakil Ketua Umum DPP Pemuda Perindo Benhauser Manik di Jakarta, Jumat (1/10/2021).

Menurut Benhauser Manik, sejarah pahit ini akan terus melekat bagi jiwa anak bangsa dari tahun ke tahun bahwa telah terjadi perlakuan keji yang ingin merampas kekuasaan dengan cara-cara yang tidak manusiawi, sehingga harus mengorbankan para putra terbaik bangsa.


Untuk itu, dia berpesan agar generasi muda Indonesia harus memiliki sikap tegas dan terus berada di garis terdepan dalam menggaungkan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan negara.

"Pancasila harga mati! Inilah yang menjadi sikap tegas seluruh anak bangsa meskipun perpecahan selalu diinginkan pihak-pihak tertentu untuk mencapai tujuan mereka," ungkapnya. 

Seperti diketahui, untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi www.partaiperindo.com.

Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, sayap pemuda Partai Perindo tersebut meminta kepada seluruh anak bangsa untuk tidak diam, dan berani mengambil sikap untuk melawan dengan menyuarakan Pancasila selalu di garis terdepan.

"Ini untuk menghentikan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah anak bangsa," tutup Benhauser Manik.

Diketahui, setiap 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kebangkitan Pancasila untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S-PKI.

Para pahlawan revolusi terdiri dari 6 perwira tinggi dan 1 perwira menengah yang menjadi korban dalam peristiwa G30S-PKI.

Ketujuh pahlawan revolusi itu di antaranya yaitu; Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal Suprapto, Mayor Jenderal MT Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal D I Panjaitan, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo dan Lettu Pierre Andreas Tendean yang merupakan ajudan dari Jenderal Besar Abdul Haris Nasution yang masuk daftar jenderal yang diculik G30S-PKI.