Jaga Keselamatan Warga, Yoram Nakamnanu Gencar Suarakan Betonisasi 2 Jembatan Tua TTS
TIMOR TENGAH SELATAN - Jembatan kayu Noebunu di Kecamatan Amanuban Timur dan Jembatan Noefatu di Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur masih menjadi urat nadi mobilitas warga meski konstruksinya mulai dimakan usia. Kondisi tersebut tak lagi ideal untuk menopang arus kendaraan, terlebih kendaraan dengan tonase tinggi. Demi menjaga keselamatan warga dan menjamin akses tetap aman, kedua jembatan tersebut sudah saatnya dibetonisasi.
Anggota DPRD TTS dari Partai Perindo Yoram Nakamnanu mendorong pemerintah daerah segera meningkatkan kualitas konstruksi kedua jembatan. Dorongan itu disampaikannya karena kedua jembatan menjadi penghubung sejumlah kecamatan di TTS, bahkan salah satu jalur menuju Kabupaten Malaka.
"Idealnya kedua jembatan tersebut sudah harus dibetonisasi. Sebagai wakil rakyat dari Partai Perindo Dapil TTS III, saya selalu menyuarakan aspirasi masyarakat terkait perbaikan fisik kedua jembatan tersebut baik melalui rapat Komisi III maupun rapat paripurna," ungkap Yoram, Selasa (15/9/2026).
Aspirasi tersebut kembali disuarakan Yoram dalam rapat paripurna DPRD TTS pekan lalu. Dia menilai kedua jembatan tidak semestinya dipandang hanya sebagai peninggalan pemerintahan masa lalu yang harus dipertahankan dalam bentuk kayu, sementara kebutuhan keselamatan dan kelancaran akses warga terus berkembang.
Komitmen Yoram terhadap infrastruktur TTS juga tidak berhenti di ruang rapat. Sebelumnya, dia turun langsung membantu penanganan sejumlah titik jalan rusak di Kecamatan Amanuban Timur menggunakan material sirtu. Kebutuhan mobilisasi material, konsumsi warga hingga operasional alat berat untuk pekerjaan tersebut dibiayai dari dana pribadinya.
Untuk jembatan Noebunu dan Noefatu, Yoram meminta kayu yang rusak diganti dengan material baru berkualitas baik. Dia juga mengusulkan pemasangan plang pembatas agar kendaraan yang melintas menyesuaikan tonase dengan kapasitas jembatan.
"Namun tanggapan pemerintah selalu ada pada alasan klasik keterbatasan anggaran lah, efisiensi anggaran lah, macam-macam alasan," ungkap Yoram.
Yoram juga mengusulkan jalan alternatif bagi kendaraan bertonase berat yang melebihi kapasitas jembatan. Jika masih menggunakan konstruksi kayu, dia meminta pemerintah menyediakan stok kayu balok agar kerusakan dapat segera ditangani sebelum membahayakan pengguna.
"Saya juga mengusulkan jika masih menggunakan kayu, disediakan stok kayu balok untuk mengganti satu atau dua yang rusak sehingga tidak harus menunggu semua rusak parah dan rakyat berteriak baru dilakukan intervensi," tegas Yoram.
Kini, material kayu dan perlengkapan perbaikan telah tiba di lokasi. Penggantian kayu dijadwalkan dilakukan pada malam hari setelah aktivitas mobilisasi kendaraan menurun untuk menjaga akses warga tetap berjalan, sembari betonisasi didorong sebagai solusi permanen.


