Jelang Natal & Tahun Baru, Politisi Partai Perindo Palangka Raya Minta Kenaikan Harga Diantisipasi
Kamis 16 Desember 2021 10:58 WIBPALANGKA RAYA -- Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok dipastikan mengalami kenaikan harga.
Mengantisipasi terjadinya lonjakan harga, anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ruselita meminta kepada pemerintah setempat melalui dinas terkait untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk menjaga stabilitas harga pangan.
“Tidak ada salahnya jika kami mengingatkan kepada instansi terkait, untuk dapat menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru di pasaran. Jika ada kenaikan maka harus ada kebijkan tepat sasaran," kata Ruselita, Rabu (15/11/2021).
BACA JUGA: Legislator Partai Perindo Makassar Sosialisasi Perda Penyelenggaraan Pendidikan
Legislator Partai Perindo yang membidangi Perekonomian dan Pembangunan Komisi B DPRD Kota Palangka Raya ini menyarankan kepada dinas terkait, untuk terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasaran. Sehingga dengan adanya upaya tersebut dapat menekan kenaikan harga yang tidak wajar.
Menurutnya, naiknya harga cabai di pasaran bisa saja disebabkan gagalnya panen akibat musibah banjir yang terjadi beberapa waktu lalu atau terkendala hal lain.
"Informasi yang kami dapat, sampai dengan saat ini hanya Cabai yang mengalami kenaikan harga dipasaran. Namun, kami yakin hal tersebut dapat diatasi oleh pemerintah,” ungkapnya.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Namun jika kenaikan disebabkan dengan sengaja oleh pedagang nakal, Ruselita meminta kepada dinas terkait untuk memberikan teguran mengingat kondisi perekonomian saat ini cukup sulit, akibat dampak pandemi COVID-19.
“Naik dan turunnya harga sembako sudah bukan hal yang biasa, asalkan kenaikan harga tidak melebihi dari lima puluh persen dari harga sebelumnya, dirasa masih wajar karena harga naik sesuai dengan stok dan kebutuhan,” pungkasnya.
Borneonews


