Daftar Anggota
  • Berita
  • Ketum PKP: Parpol Nonparlemen akan Bentuk Poros Baru!
Ketum PKP: Parpol Nonparlemen akan Bentuk Poros Baru!
Hasil pertemuan yang dilakukan secara tertutup di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, parpol nonparlemen akan membentuk poros baru

Ketum PKP: Parpol Nonparlemen akan Bentuk Poros Baru!

Kamis 24 Februari 2022 08:38 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), Yussuf Solichien mengatakan, pertemuan enam parpol nonparlemen merupakan poros baru dalam perpolitikan nasional. Keenam parpol nonparlemen dapat bekerja sama menyelesaikan pernasalahan kehidupan berbangsa.

“Ini menurut saya suatu lompatan besar dari perpolitikan nasional. Tadi Bung Hary (Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo) mengatakan bahwa kita ada rencana untuk membentuk koalisi tapi menurut saya barangkali kita akan membuat suatu poros baru dalam perpolitikan nasional ini,” kata Ketua Umum PKP Yussuf Solichien dalam konferensi pers, Rabu (23/2/2022).

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Yussuf menilai, keenam parpol tersebut mencermati betul bahwa masih banyak permasalahan bernegara dan bermasyarakat yang harus diselesaikan. Hanya saja, suara parpol non-parlemen seolah olah tidak didengar.

“Oleh karena itu, seperti yang Bung Hary katakan, kekuatan kita itu suara yang tidak sah karena kita tidak lolos parlemen pada waktu itu. Ada 13,5 juta suara yang hilang begitu saja ditelan bumi, dan kalau kita digabungkan hampir 10 persen kekuatan kita,” tuturnya.

BACA JUGA: Parpol Non-Parlemen Siap Ikut Terlibat dalam Pencapresan 2024

Ditambahkan Yusuf, keenam parpol juga sepakat untuk menggalang kekuatan bersama sesuai dengan ketua umum dari masing-masing parpol untuk memajukan Indonesia dan kepentingan rakyat. Apalagi, lanjut dia, membangun suatu bangsa dinilainya tidak cukup hanya dengan mengedepankan satu atau dua parpol.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

“Saya berpandangan negara Indonesia yang besar ini, negara maritim yang besar ini tidak bisa dikelola hanya untuk satu dua partai saja,” tegasnya.

Okezone