Partai Perindo Beberkan 3 Persoalan Teknis Haji dari Tahun ke Tahun
Kamis 24 Maret 2022 19:46 WIBJAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Keagamaan, Abdul Khaliq Ahmad membeberkan 3 persoalan teknis dalam penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun yaitu mulai dari transportasi, pemondokan dan catering.
"Makin hari tentu makin baik karena proses evaluasi itu selalu dilakukan, jadi pemerintah kita dalam hal ini kementerian agama pasti belajar dari pengalaman karena masalah hal ini berulang setiap musim haji tetapi intensitasnya sudah mulai berkurang," kata Khaliq dalam Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia bertajuk "Menanti Kepastian Kuota Haji 2022" yang disiarkan melalui akun YouTube Partai Perindo, Kamis (24/3/2022).
Pertama, terkait transportasi misalnya hal yang paling krusial itu ketika adanya keterlambatan dalam pemulangan jamaah haji ke Tanah Air.
Kemudian kedua, untuk urusan pemondokan biasanya jemaah haji ada juga yang mendapatkan wilayah di daerah terpencil dan jauh dari pusat peribadatan haji terutama di Mekah.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Ketiga, yakni catering yang juga menjadi persoalan di setiap musim haji karena memang pertama soal waktu penyajian karena prosesnya lama dan tentu menyiapkan konsumsinya juga lama begitu disajikan kadang-kadang itu sudah tidak layak konsumsi.
Kemudian diubah lagi dengan cara masak nasi box, tetapi kemudian selalu ada masalah terkait dengan persoalan penyajian.
BACA JUGA: Partai Perindo Harap Permintaan Kuota Ideal Jamaah Haji Indonesia Dipenuhi Arab Saudi
"Jadi saya pikir 3 hal ini memang kerap menjadi masalah teknis dalam perhajian. Tetapi saya melihat saya pernah menjadi pengawas haji di lapangan lambat laun pelan-pelan bisa teratasi," kata dia.
BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo
Lalu terkait dengan penyesuaian teknis yang diikuti dengan pelonggaran protokol kesehatan Pemerintah Arab Saudi seperti tidak adanya karantina, tes PCR, dan social distancing.
Menurut Khaliq, masyarakat dinilai masih taat terhadap prokes terlihat dari masih digunakannya masker di ruang publik.
"Saya kira itu sudah menjadi memperhatikan aspek kesehatan karena ibadah haji itu sesungguhnya ibadah fisik jadi bertumpu pada kesehatan fisik masing-masing," ujar dia.
Okezone


