Partai Perindo: Penguatan Nasionalisme Dapat Cegah Radikalisme
Jumat 28 Januari 2022 10:29 WIBJAKARTA - Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Pertahanan dan Keamanan, Susaningtyas Kertapati mengatakan paham dan gerakan radikalisme tak hanya berkaitan dengan atau agama semata. Menurutnya, paham tersebut bisa saja menggerogoti agama lain.
"Ketika kita berbicara radikalisme tidak bisa berbicara hanya dengan 1 agama. Namun, juga berbagai macam agama itu bisa saja menjadi radikal," ujar Susaningtyas dalam diskusi bersama MNC News, Kamis (27/1/2022).
BACA JUGA: Reradikalisasi di Dunia Maya, Partai Perindo Harap TNI-Polri hingga BNPT Berkordinasi
Untuk menghindari hal tersebut, perempuan yang biasa dipanggil Nuning itu mengatakan, diharapkan adanya penguatan nasionalisme. Menurutnya, target utama dari penguatan nasionalisme dapat ditujukan kepada generasi milenial maupun kaum perempuan.
"Nah, untuk kita menghindarkan itu tentunya harus semakin ada penguatan nasionalisme kepada bangsa kita. Utamanya kaum milenial, karena itu yang paling banyak dan mudah untuk terpengaruh," katanya.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungibit.ly/MemberPartaiPerindo
Ia menyebutkan, saat ini peperangan tak hanya mengandalkan fisik semata, tapi juga ada yang disebut perang asimetris. Nuning menjelaskan, perang asimetris kerap digunakan untuk menggaet masyarakat untuk menjadi radikal maupun esktremis.
"Itu mereka memiliki cara yang biasa disebut enabling environment (lingkungan yang mendukung). Itu adalah suatu upaya untuk membuat lingkungan mengikuti ajaran itu tanpa terpaksa dan orang-orang akan merasakan bahwa ini adalah sesuatu hal wajar, sesuatu hal yang memang pantas sebagai ajaran agama," ucapnya.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Dari penguatan nasionalisme tersebut, Nuning berharap generasi ke depan bisa tetap berpegangan kepada Pancasila, UUD 1945, serta Bhineka Tunggal Ika. Hal itu, ucapnya, amat krusial.
"Ini sangat krusial karena memang kita ingin ke depan bahwa anak muda kita, penerus kita, masih setia pada Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika," tuturnya.
Okezone


