Daftar Anggota
  • Berita
  • Pascabentrokan di Pulau Haruku, BAJA Perindo Ajak Masyarakat Utamakan Musyawarah & Jangan Terprovokasi
Pascabentrokan di Pulau Haruku, BAJA Perindo Ajak Masyarakat Utamakan Musyawarah & Jangan Terprovokasi
Ketua Umum DPP BAJA Perindo Drisye Siahaya

Pascabentrokan di Pulau Haruku, BAJA Perindo Ajak Masyarakat Utamakan Musyawarah & Jangan Terprovokasi

Kamis 27 Januari 2022 09:30 WIB

JAKARTA -- Barisan Penjaga (BAJA) Perindo, organisasi sayap Partai Persatuan Indonesia (Perindo), mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas keamanan serta tidak terprovokasi pascabentrokan antarwarga Desa Ori dan Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku pada Selasa (25/1/2022).

"Kami mengimbau agar masyarakat di Maluku tidak terprovokasi dengan isu yang berkembang di sana," kata Ketua Umum DPP BAJA Perindo Drisye Siahaya dalam keterangan resminya, Rabu (26/1/2022).

BACA JUGA: Wakil Rakyat Partai Perindo Maluku Minta Warga Menahan Diri & Tidak Terprovokasi

Drisye menuturkan konflik antarwarga Desa Ori dan Kariuw berawal dari kesalahpahaman batas tanah, bukan konflik agama.

Dia berharap kerusuhan Ambon yang terjadi di tahun 1999 tidak lagi terulang dan harus dijadikan pelajaran bagi seluruh warga negara Indonesia, khususnya masyarakat Maluku.

"Kerusuhan 1999 harus dijadikan pelajaran dan jangan sampai terjadi kembali," ucap Drisye yang juga selaku Ketua Umum Sila, Laimu, Assilulu, Tulehu, Paperu, Tial, Hulaliu (Silatupatih) ini.

BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo

Menurutnya peristiwa bentrokan antarwarga Desa Ori dan Kariuw patut disayangkan. Terlebih, masyarakat Ambon sangat beradab dan memegang teguh nilai-nilai luhur dalam adat istiadatnya.


"Sebenarnya permasalahan ini harus disikapi dengan kepala dingin dan hati yang bersih. Dengan musyawarah maka permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik," ungkapnya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Diketahui, bentrokan antarwarga dua desa bertetangga tersebut berawal dari salah satu warga Kariuw yang membuka lahan untuk berkebun.
Namun, kemudian dia ditegur warga Ori lantaran lahan itu bukan milik warga Kariuw yang kemudian berakhir dengan penganiayaan.

Selasa (25/1/2022) siang hari sekira pukul 14.30 WIT, bentrokan itu pecah yang menyulut pembakaran belasan rumah warga.